Muncul pada Akhir Kampanye, Timses Prabowo-Sandi Percaya SBY Akan Beri Efek ‘Gawat’

Partai Demokrat menyatakan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY bakal berkampanye untuk pasangan Prabowo - Sandiaga pada Maret 2019.
JIBI | 20 November 2018 10:02 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (ketiga kiri) menerima kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebelum melakukan pertemuan tertutup di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Demokrat menyatakan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY bakal berkampanye untuk pasangan Prabowo - Sandiaga pada Maret 2019.

 Sejumlah anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga mengklaim ini merupakan strategi pada akhir masa kampanye untuk mendongkrak elaktibilitas pasangan capres.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN), Faldo Maldini, yang juga juru bicara BPN, mengatakan munculnya elite Partai Demokrat, khususnya SBY, di etape akhir masa kampanye, akan menjadi senjata ampuh.

“Pak SBY ini seperti Last Samurai. Pedangnya keluar selesai perang semuanya,” ujar Faldo kepada Tempo melalui pesan pendek pada Senin (19/11/2018) malam.

Faldo menilai, ketokohan SBY yang kuat akan mampu membetot suara. Ia lantas berseloroh, sepekan SBY turun akan memberikan efek gawat.

“Apalagi sebulan,” ujarnya, menambahkan.

Alasannya, kata Faldo, SBY adalah ahli strategi. Presiden keenam RI itu teruji kala ia menjadi militer. Apalagi, menurut Faldo, SBY memiliki rekam jejak yang tak terkalahkan. Maka itu, kata Faldo, SBY tak membutuhkan waktu lama buat mengkampanyekan Prabowo untuk meraup suara optimal.

Agenda kampanye ini sebelumnya telah dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Namun, Hinca belum dapat memastikan tanggal pasti SBY akan turun gunung.

 “Nanti dipastikan dulu,” ujarnya saat dihubungi Tempo kemarin melalui pesan pendek.

Faldo menegaskan, munculnya Partai Demokrat pada akhir masa safari politik tak akan mengganggu komposisi kampanye Koalisi Adil Makmur. Faldo mengatakan koalisi memberi kebebasan kepada Demokrat. Namun, ia mengimbau elite partai harus mengomunikasikannya secara gamblang.

Adapun ihwal pembagian tugas kampanye, Faldo mengatakan partainya, PAN, akan berbagi tugas dengan partai lain, termasuk Partai Demokrat. PAN, ujar dia, telah gencar mengkampanyekan Prabowo – Sandiaga sedari awal.

Setiap partai anggota koalisi dinilai memiliki cara berbeda. Lain PAN dan Demokrat, lain pula dengan PKS, Gerindra, dan Partai Berkarya.

 

 

Sumber : Tempo

Tag : sby, prabowo subianto, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top