Setelah Khashoggi Dibunuh, Saudi Dahului Ancaman Kongres AS

Pemerintahan Arab Saudi mengambil langkah lebih dulu mengantisipasi ancaman kongres Amerika Serikat (AS) yang meminta pemerintah AS menghentikan bantuan pengisian bahan bakar pesawat dalam perang Saudi di Yaman.
Rinaldi Mohammad Azka | 10 November 2018 13:46 WIB
Bendera Arab Saudi - Flag Shop

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintahan Arab Saudi mengambil langkah lebih dulu mengantisipasi ancaman kongres Amerika Serikat (AS) yang meminta Pemerintah AS menghentikan bantuan pengisian bahan bakar pesawat dalam perang Saudi di Yaman.

Arab Saudi, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kedutaannya di Washington, mengatakan pihaknya telah memutuskan untuk meminta diakhirinya pengisian bahan bakar udara AS untuk operasinya di Yaman karena sekarang dapat menangani sendiri.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mendukung keputusan tersebut dan mengatakan Pemerintah AS telah berkonsultasi dengan Saudi.

Langkah ini datang pada saat kemarahan internasional atas pembunuhan jurnalis Saudi yang berbasis di AS Jamal Khashoggi, dan setelah anggota parlemen Demokrat dan Republik mengancam akan mengambil tindakan di Kongres pekan depan selama operasi pengisian bahan bakar.

AS menghentikan pengisian bahan bakar pesawat dari koalisi pimpinan Saudi yang terlibat di Yaman, Amerika Serikat dan Arab Saudi mengatakan pada hari Jumat (9/11/2018), mengakhiri salah satu aspek yang paling memecah belah bantuan AS untuk upaya perang Saudi.

Penghentian pengisian bahan bakar pesawat menjadi permintaan dari Kongres AS kepada Pemerintah AS sebagai bentuk protes terhadap pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Kritik dari kampanye Saudi termasuk Demokrat yang memenangkan kendali DPR dalam pemilu sela AS telah lama mempertanyakan keterlibatan AS dalam perang, yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, mengungsi lebih dari 2 juta dan menyebabkan kelaparan meluas di Yaman. sejak dimulai pada tahun 2015.

"Saya telah menyerukan ini selama lebih dari tiga tahun," kata Perwakilan Ted Lieu, seorang Demokrat dari California.

"Kita seharusnya tidak mendukung kejahatan perang koalisi dan saya berharap untuk terus meneliti peran AS di Yaman ketika kita berada di Kongres mayoritas berikutnya," tegasnya.

Bahkan ketika pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengutuk pembunuhan Khashoggi, Gedung Putih telah berusaha mempertahankan hubungannya dengan Arab Saudi.

Walaupun mengecam pembunuhan atas jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, pemerintah AS tetap meneruskan bantuan perangnya terhadap Saudi di Yaman.

Keputusan yang terkoordinasi oleh Washington dan Riyadh untuk menghentikan pengisian bahan bakar bisa menjadi upaya kedua negara untuk mencegah tindakan lebih lanjut oleh Kongres.

Senator Todd Young, seorang Republikan, dan Jeanne Shaheen, seorang Demokrat, telah memperingatkan pemerintahan Trump kehabisan waktu untuk bertindak

"Jika pemerintah tidak mengambil langkah-langkah segera, Kami siap untuk mengambil tindakan tambahan ketika Senat kembali ke sesi," kata Young dan Shaheen.

Tag : amerika serikat, Jamal Khashoggi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top