Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dokumen Ini Ungkap Kaitan Pangeran Arab Saudi dengan Pembunuhan Kashoggi

Dokumen pengadilan tersebut diajukan sebagai bagian dari gugatan perdata oleh Kanada awal tahun ini dan diberi label 'sangat rahasia'.
Seorang demonstran memegang poster dengan gambar wartawan Saudi Jamal Khashoggi di luar konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki 25 Oktober 2018./Reuters
Seorang demonstran memegang poster dengan gambar wartawan Saudi Jamal Khashoggi di luar konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki 25 Oktober 2018./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Dua jet pribadi yang digunakan oleh regu pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi ternyata dimiliki oleh sebuah perusahaan yang kurang dari setahun sebelumnya telah disita oleh putra mahkota Kerajaan Arab Saudi yang berkuasa, Mohammed bin Salman (MBS).

Hal itu terungkap dalam dokumen pengadilan yang diajukan sebagai bagian dari gugatan perdata oleh Kanada awal tahun ini dan diberi label 'sangat rahasia'. Dokumen itu ditandatangani oleh seorang menteri Arab Saudi yang menerima perintah putra mahkota, penguasa de facto muda Arab Saudi itu.

"Menurut instruksi Yang Mulia Putra Mahkota. Segera selesaikan prosedur yang diperlukan untuk keperluan ini,” menurut menteri tersebut seperti dikutip CNN.com, Kamis (25/2/2021).

Gugatan itu menjelaskan bagaimana kepemilikan pesawat Sky Prime Aviation diperintahkan untuk dialihkan ke dalam kekayaan negara pada akhir 2017. Pesawat perusahaan tersebut kemudian digunakan dalam pembunuhan Khashoggi pada Oktober 2018.

Dana kekayaan kedaulatan Kerajaan, yang dikenal sebagai Dana Investasi Publik, dikendalikan oleh putra mahkota Arab Saudi dan diketuai oleh putra mahkota, yang dikenal sebagai MBS. Dokumen yang menetapkan hubungan antara pesawat dan pangeran itu diajukan oleh sekelompok perusahaan milik negara Arab Saudi sebagai bagian dari gugatan atas penggelapan aset yang mereka buka bulan lalu di pengadilan Kanada atas mantan pejabat tinggi intelijen Saudi, Saad Aljabri.

Sementara itu,  tuduhan penggelapan aset terhadap Aljabri muncul setelah gugatan yang dia ajukan tahun lalu di pengadilan Washington DC terhadap MBS. Aljabri menuduh putra mahkota mengirim tim pembunuh bayaran untuk membunuhnya di Kanada hanya beberapa hari setelah Khashoggi dibunuh.

MBS mendapat panggilan melalui WhatsApp dan pada bulan Desember, pengacara pangeran meminta pengadilan untuk membatalkan kasus tersebut.

Bukti bahwa kepemilikan armada pesawat pribadi telah dipindahkan ke Dana Investasi Publik Arab Saudi belum pernah dilaporkan sebelumnya dan memberikan kaitan lain antara kematian Khashoggi dan MBS.

Adapun, Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah membaca laporan intelijen tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018. Dia akan mengumumkannya pada hari ini waktu setempat Kamis.

Pernyataan itu disampaikan tak lama berselang setelah Biden mengatakan akan segera berbicara dengan Raja Salman melalui telepon.
Laporan intelijen CIA tersebut kemungkinan memasukkan nama Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) atas keterlibatannya dalam pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober 2018. Laporan versi rahasianya sebenarnya sudah diserahkan ke parlemen lebih dulu yakni pada masa pemerintahan Donald Trump.

Khashoggi dibunuh di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul saat akan mengambil dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus pernikahannya dengan perempuan Turki. Tubuh kontributor di Washington Post berusia 59 tahun itu lalu dimutilasi. Keberadaan jasadnya belum terungkap hingga saat ini.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper