Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembunuhan Jamal Khassoggi, Trump Akui Lindungi Putra Mahkota Arab Saudi

Trump mengakui bahwa dia melindungi Putra Mahkota Saudi dari konsekuensi di Amerika Serikat setelah pembunuhan Khashoggi pada Oktober 2018.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 11 September 2020  |  07:43 WIB
Seorang demonstran memegang poster dengan gambar wartawan Saudi Jamal Khashoggi di luar konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki 25 Oktober 2018. - Reuters
Seorang demonstran memegang poster dengan gambar wartawan Saudi Jamal Khashoggi di luar konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki 25 Oktober 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sesumbar bahwa dia melindungi Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) setelah pembunuhan brutal atas jurnalis Jamal Khashoggi di Turki.

Pengakuan Trump itu dimuat dalam Buku berjudul “Rage” yang akan terbit pada 15 September seperti dikutip Aaljazeera.com, Jumat (11/9/2020).

Buku itu ditulis wartawan terkemuka AS,  Bob Woodward setelah melalui 18 kali wawancara dengan Trump.

Trump mengakui bahwa dia melindungi Putra Mahkota Saudi dari konsekuensi di Amerika Serikat setelah pembunuhan Khashoggi pada Oktober 2018.

"Saya mengamankannya," kata Presiden Trump menanggapi protes warga AS tentang pembunuhan Khashoggi yang tinggal di Amerika Serikat.

"Saya bisa membuat Kongres mengamankan dia (MBS). Saya bisa membuat mereka bungkam," kata Trump.

Sebagai seorang kolumnis opini untuk surat kabar Washington Post yang tinggal di AS, Khashoggi melakukan perjalanan ke konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, untuk mendapatkan izin pernikahannya dengan Hatice Cengiz.

Dia berusia 59 tahun pada saat terbunuh di dalam konsulat tersebut.

Presiden Trump mengatakan kepada Woodward bahwa dia tidak percaya bahwa MBS telah memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Padahal, AS dan badan intelijen asing lainnya dilaporkan menyimpulkan bahwa MBS mengarahkan pembunuhan tersebut.

Setelah kematian Khashoggi memicu kemarahan di antara para legislator AS dari kedua belah pihak, Trump meminta persetujuan Kongres untuk menjual senjata senilai US$8 miliar dalam bentuk peluru kendali presisi dan senjata berteknologi tinggi lainnya ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Trump juga memveto tiga resolusi yang disahkan oleh Kongres yang menegurnya atas penjualan tersebut dan memblokir resolusi Undang-Undang Perang untuk mengakhiri dukungan militer AS Atas  perang yang dipimpin UEA dan Saudi di Yaman.

Rekaman audio pernyataan Trump kepada Woodward yang dirilis pada hari Rabu (9/9/2020) menghidupkan kembali kontroversi politik di AS tentang penanganannya terhadap pandemi Virus Corona.

Woodward menulis bahwa Trump meneleponnya pada 22 Januari tak lama setelah menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Selama percakapan, Woodward mendesak presiden untuk  menjawab tentang pembunuhan mengerikan Khashoggi, menurut media Business Insider.

Khashoggi dibunuh dan mayatnya dipotong-potong oleh tim agen Arab Saudi saat tunangannya menunggu di luar gedung konsulat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Jamal Khashoggi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top