Penasihat Presiden Turki: Jasad Khashoggi Dimutilasi Agar Sulit Ditemukan

Penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan tubuh jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi dimutilasi setelah dibunuh dengan tujuan mudah dicerai-beraikan dan sulit diketemukan.
Sri Mas Sari | 03 November 2018 16:36 WIB
Gambar diambil dari video CCTV dan diperoleh oleh 'A News' menunjukkan wartawan Saudi Jamal Khashoggi dan tunangannya meninggalkan rumah mereka pada hari dia menghilang di Istanbul, Turki 2 Oktober 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan tubuh jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi dimutilasi dengan tujuan mudah dicerai-beraikan dan sulit diketemukan. 
 
Pernyataan itu disampaikan sang penasihat, Yasin Aktay, dalam laporan terbaru tentang pembunuhan itu yang disampaikan kepada media.
 
"Tujuan mereka adalah tidak meninggalkan jejak tubuh," kata Aktay kepada koran Hurriyet sebagaimana dikutip Bloomberg. 
 
Aktay menyebut perlakuan terhadap tubuh Khashoggi setelah pembunuhan 2 Oktober sebagai 'aib'. Polisi Turki tak dapat menemukan jasad sang kolumnis sekalipun pencarian telah dilakukan secara ekstensif. 
 
Presiden Erdogan sebelumnya mengatakan perintah untuk membunuh wartawan Jamal Khashoggi datang dari tingkat tinggi Pemerintah Arab Saudi (Bisnis.com, 3/11/2018) 
Di dalam pendapat yang disiarkan The Washington Post, Erdogan mengatakan Turki mengenal para pelaku di antara 18 tersangka yang ditahan di Arab Saudi.

"Kami juga mengetahui orang-orang itu datang untuk melaksanakan perintah mereka: Bunuh Khashoggi dan pergi. Akhirnya, kami mengetahui bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi datang dari tingkat paling tinggi di Pemerintah Arab Saudi," kata Erdogan.
 

Tag : arab saudi, Jamal Khashoggi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top