Penerimaan CPNS 2018 Paling Besar dalam Sejarah RI

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengatakan penerimaan calon pegawai negeri sipil atau CPNS tahun ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Republik Indonesia.
Lingga Sukatma Wiangga | 01 November 2018 20:41 WIB
Ilustrasi proses ujian seleksi CPNS - Antara/Muhammad Adimaja

Kabar24.com, JAKARTA — Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengatakan penerimaan calon pegawai negeri sipil atau CPNS tahun ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Republik Indonesia.

“Tahun ini kita menerima CPNS yang jumlahnya belum pernah kita terima dalam sejarah Republik Indonesia, 230.000. Kita kan paling terima biasa 40.000 sampai 60.000,” katanya di Kantor Wakil Presiden RI, Kamis (1/11/2018).

Dia menjelaskan ada sekitar 4,5 juta orang yang membuka akun pendaftaran dan hanya sekitar 3,5 juta orang yang akhirnya benar-benar mendaftar.

“Nah yang membuka akun 4,5 juta yang akhirnya mendaftar 3,5 juta. Jadi ada 1 juta orang yang membuka akun tapi iseng. Itu juga membenani sistem. Saya tak mengerti kenapa orang Indonesia iseng banget. Jadi 3,5 juta itu kemudian yang submit 3,3 juta ada selisih lagi,” ujarnya menerangkan.

Sekitar 3,3 juta pendaftar itu, akan diseleksi dalam waktu yang sangat singkat. Menurutnya, untuk kementerian atau lembaga yang mendapatkan pendaftar lebih sedikit proses seleksinya akan cepat selesai.

Adapun, kementerian dengan jumlah pelamar terbanyak adalah Kementerian Hukum dan HAM. Lembaga yang dipimpin Menteri Yasonna Laoly itu menerima formasi se-Indonesia dan menyediakan lowongan untuk lulusan SMA bagi penjaga lapas dan rutan.

Bima mengakui, dengan peminat yang besar proses verifikasi tidak rampung hingga batas waktu ujian.

“Akhirnya yang sisa ini agak sedikit menggeser. Tapi ini sudah selesai. Jadi memang ada sedikit bukan konflik , ketidaknyamanan, untuk instansi yang tergeser itu. Tapi masih dalam konteks time frame ujian. Jadi tidak melebihi itu. Sudah [selesai],” tuturnya.

Dia pun mengakui, di awal seleksi banyak kendala teknis karena hanya ada tiga hari untuk pemasangan infrastruktur.

Menurutnya banyak yang belum siap. Dia mencontohkan, ada yang sudah menyiapkan jaringan namun salah pasang kabel.

“Segala macam hal teknis sekali. Tapi itu sudah. Biasanya kalau awal-awal ketidaknyamanan seperti itu. Sekarang wajarlah semua sudah berjalan semuanya. Kita tinggal menunggu hasil,” klaimnya.

Dia pun mengklaim hal itu tak akan menggeser tahapan seleksi dan pengumuman. Sebabnya, BKN masih punya waktu hingga 17 November guna merampungkan seleksi kompetensi dasar  tersebut.

Bima pun tak memungkiri masih ada kementerian yang belum mengumumkan seleksi administrasi seperti Kemenristekdikti. Hal itu tentunya akan membuat rishi peserta. Kendati demikian dia meminta peserta seleksi bersabar dan menunggu.

“Itu jumlahnya besar seluruh Indonesia. Seleksi adminitrasi. Tapi agar tidak menganggu yang lain kita alokasikan pada tesnya terakhir. Tapi kita jelaskan sih. Ini memang belum selesai. Sabar gitu,” ucapnya menjelaskan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pns, cpns

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top