Kasus Pembakaran Bendera Berlambang Tauhid, Polri Gandeng Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat

Situasi di kalangan umat Islam dinilai semakin menghangat setelah insiden pembakaran bendera berlambang tauhid oleh oknum Banser NU di Garut. Mabes Polri akan menggandeng seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mendamaikan pertentangan yang terjadi.
Sholahuddin Al Ayyubi | 24 Oktober 2018 14:33 WIB
Setyo Wasisto - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA-- Situasi di kalangan umat Islam dinilai semakin menghangat setelah insiden pembakaran bendera berlambang tauhid oleh oknum Banser NU di Garut.

Mabes Polri akan menggandeng seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mendamaikan pertentangan yang terjadi. 

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengakui insiden pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oknum Banser NU dapat memicu gesekan antarumat Muslim di Indonesia. Dia menjelaskan solusi untuk menghindari gesekan itu adalah menggandeng seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membuat situasi tetap kondusif dan sejuk.

"Kami sudah mengajak tokoh masyarakat dan agama untuk meredakan isu itu," tuturnya, Rabu (24/10/2018).

Setyo mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat bersabar dan menunggu Polres Garut menuntaskan perkara tersebut. Menurutnya, kasus pembakaran bendera berlambang tauhid tersebut sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaaan saksi-saksi yang mengetahui detail peristiwa itu.

"Kita berikanlah waktu dan kesempatan kepada tim penyidik untuk melakukan pendalaman terlebih dulu," katanya.

Menurut Setyo, tim penyidik Polres Garut juga akan memanggil sejumlah saksi ahli untuk mengetahui tindak pidana yang terjadi pada aksi pembakaran bendera berlambang tauhid tersebut.

"Nanti kami akan undang saksi ahli untuk memeriksa kasus ini seperti apa," ujar Setyo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polri, pembakaran, garut, Banser - Ansor

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top