Anggota DPR Setuju Penyelidikan Peluru "Nyasar" Dilakukan Tim Independen

Anggota Komisi III DPR Aboebakar Alhabsyi sepakat kalau penyelidikan atas insiden peluru nyasar di Gedung DPR dilakukan oleh tim independen, bukan tim dari kepolisian.
John Andhi Oktaveri | 18 Oktober 2018 16:13 WIB
Anggota Inafis berjalan meninggalkan ruangan yang terkena peluru nyasar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10/2018). Ruangan anggota DPR Wenny Warouw dan Bambang Heri Purnama diterjang peluru yang diduga berasal dari latihan menembak di lapangan tembak Perbakin. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Anggota Komisi III DPR Aboebakar Alhabsyi sepakat kalau penyelidikan atas insiden peluru nyasar di Gedung DPR dilakukan oleh tim independen, bukan tim dari kepolisian.

Menurutnya, kejadian yang sama sering terjadi di Gedung DPR sehingga memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Penyelidikan atas penyebab kejadian peluru nyasar itu pun dinilai tidak pernah tuntas.

"Saya setuju dilakukan penyelidikan oleh pihak independen," ujarnya dalam diskusi di Kompleks DPR, Kamis (18/10/2018).

Kejadian itu juga diragukan berkaitan dengan keberadaan Lapangan Tembak Senayan yang berjarak sekitar 500 meter dari Gedung Nusantara I DPR. Aboebakar menyatakan segala kemungkinan penyebabnya masih terbuka.

"Kalau ada yang meragukan polisi ya terus mau dibikin investigasi secara independen, ya silakan saja," tuturnya.
 
Sementara itu, politisi Partai Golkar Anton Sihombing menuturkan jika dilakukan penyelidikan oleh tim independen maka hal itu menunjukkan kepercayaan publik kepada aparat kepolisian oleh masyarakat sudah berkurang. Terlepas dari hal itu, dia meminta pengamanan Gedung DPR ditingkatkan dengan menambah fasilitas pengamanan seperti kaca anti peluru.

Anton pun setuju jika Lapangan Tembak Senayan dipindahkan karena sudah tidak layak berada di dekat gedung parlemen.

Pada Senin (15/10), terjadi peristiwa peluru nyasar di Gedung DPR, yang menembus dua ruangan anggota DPR RI di Gedung Nusantara I. Ruangan-ruangan tersebut ditempati oleh politisi Partai Gerindra Wenny Warrouw di lantai 16 dan politisi Partai Golkar Bambang Herry Purnama di lantai 13.

Namun, ternyata bukan hanya dua ruangan itu yang terkena peluru nyasar.

Hingga siang ini, polisi masih mencari 1 dari 6 proyektil peluru. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan Polda Metro Jaya telah menemukan lima proyektil peluru nyasar yang masuk ke beberapa ruangan di dalam Gedung DPR.

Peluru kelima ditemukan di Gedung Nusantara I lantai 6 ruang 0617 tepatnya di ruang kerja politisi PDI-P Effendi Simbolon, kemarin pagi.

Menurutnya, peluru menembus dinding dari arah luar dan berhenti pada dinding atas jendela kaca bagian dalam Gedung DPR.


 

Tag : dpr, peluru nyasar
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top