Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengawal Putra Mahkota Saudi Diduga Pelaku Penghilangan Jamal Khashoggi

Otoritas Turki dikabarkan telah mengidentifikasi sejumlah pelaku yang terlibat kasus dugaan penculikan dan pembunuhan Jamal Khashoggi, Kolumnis Washington Pos berkebangsaan Arab Saudi yang hilang sejak 2 Oktober lalu.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 17 Oktober 2018  |  15:15 WIB
Pengawal Putra Mahkota Saudi Diduga Pelaku Penghilangan Jamal Khashoggi
Sejumlah aktivis HAM memegang foto jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi dalam unjuk rasa di luar Kedutaan Besar Arab Saudi di Istanbul, Turki, Selasa (9/10). - Reuters/Osman Orsal
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Turki dikabarkan telah mengidentifikasi sejumlah pelaku yang terlibat kasus dugaan penculikan dan pembunuhan Jamal Khashoggi, Kolumnis Washington Pos berkebangsaan Arab Saudi yang hilang sejak 2 Oktober lalu.

The New York Times pada Selasa (16/10/2018) melaporkan bahwa salah satu pelaku merupakan pengawal yang kerap terlihat bersama Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Tiga terduga lain juga dikaitkan dengan tim pengaman Mohammed. Sementara itu, satu orang lainnya yang terlibat adalah dokter forensik.

Menurut laporan The New York Times, salah satu pelaku bernama Mahrer Abdulaziz Mutreb. Ia pernah bekerja sebagai diplomat di London pada 2007. Ia disinyalir sebagai pengawal Putra Mahkota Arab Saudi dan baru-baru ini tertangkap kamera mendampinginya di Paris dan Madrid.

Tiga nama lain yang diduga terlibat adalah Abdulaziz Mohammed al-Hawsawi anggota tim pengaman Putra Mahkota, Thaar Ghaleb al-Harbi, dan Muhammed Saad Alzahrani. Dua nama terakhir juga diidentifikasi sebagai anggota Saudi Royal Guard.

Jamal Khashoggi, jurnalis berkebangsaan Arab Saudi yang tinggal di AS adalah kolumnis di The Washington Post. Ia pernah mengkritik kebijakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam tulisannya.

Khashoggi dikabarkan hilang sejak 2 Oktober setelah mendatangi Konsulat Arab Saudi di Turki untuk mengurus dokumen pernikahan.

Pemerintah Turki menyebutkan kepolisian setempat meyakini Khashoggi dibunuh 15 orang yang dikirim khusus. Pemerintah Arab Saudi telah menyangkal tuduhan tersebut dan berkata Khashoggi meninggalkan konsulat dengan selamat.

Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa mereka telah mengonfirmasi setidaknya sembilan dari 15 orang yang terlibat kasus ini. The Times mengaku mereka mengumpulkan informasi melalui perangkat identifikasi wajah, data nomor telepon, dokumen pemerintah Saudi yang bocor, serta keterangan sejumlah saksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi Jamal Khashoggi
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top