Korut Siap Denuklirisasi, Trump Puji Kim Jong-un

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un yang telah menyetujui langkah-langkah lebih lanjut untuk melucuti persenjataan nuklirnya.
Renat Sofie Andriani | 19 September 2018 16:42 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un yang telah menyetujui langkah-langkah lebih lanjut untuk melucuti persenjataan nuklirnya.

Dalam cuitannya di Twitter, Trump menggambarkan kesediaan Kim untuk membahas perizinan inspeksi nuklir sebagai sesuatu hal yang menggembirakan. “Sangat menggembirakan!” tulis Trump, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (19/9/2018).

Trump juga menyambut hangat langkah-langkah tambahan Korea Utara seperti menutup kompleks nuklir utamanya serta mengajukan tawaran untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2032 bersama Korea Selatan.

Respons Trump tersebut mengisyaratkan bahwa negosiasi antara AS dan Korut yang telah tertunda dapat kembali berjalan.

Bulan lalu, Trump membatalkan kunjungan Menteri Luar Negeri Michael Pompeo ke Pyongyang karena melihat minimnya progres pascapertemuan bersejarahnya dengan Kim Jong-un pada Juni.

Pada pertemuan di hari ke-2 antara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Korut setuju untuk menutup kompleks nuklir utamanya, Yongbyon, jika AS melakukan hal yang sama.

Korut juga menyatakan akan menutup kompleks uji coba rudal di bawah pengawasan inspektur internasional serta mengambil langkah-langkah lain menuju denuklirisasi.

“Kami sepakat melakukan upaya-upaya aktif untuk mengubah Semenanjung Korea menjadi bumi perdamaian yang bebas dari senjata nuklir ataupun ancaman nuklir,” jelas Kim dalam sebuah briefing bersama dengan Moon di Pyongyang.

Moon kemudian menambahkan bahwa Kim telah jelas menunjukkan jalan untuk denuklirisasi di di semenanjung Korea. Baik Korut dan Korsel ditegaskan telah menyepakati Semenanjung Korea yang bebas dari senjata nuklir, ancaman nuklir, dan perang.

Meski pertemuan dua Korea tersebut tampak membuka peluang diskusi baru antara AS dan Korut, hanya terlihat sedikit progres terkait isu-isu utama yang memisahkan kedua belah pihak. Kim mendorong deklarasi perdamaian dengan AS sebelum ia mengambil langkah konkret untuk melucuti kemampuan nuklirnya, sedangkan pemerintahan Trump menginginkan perincian inspeksi dan persenjataan nuklirnya.

Namun, Presiden Moon menyatakan adanya perkembangan denuklirisasi di Semenanjung Korea dan bahwa kedua negara akan berkolaborasi dengan AS beserta komunitas internasional untuk tercapainya denuklirisasi.

Tag : kim jong un, Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top