Ridwan Kamil: Lobi Jabar ke Anggaran Pusat masih Lemah

Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih Ridwan Kamil akan mencari jalan keluar agar anggaran untuk pembangunan di provinsi yang dia pimpin bisa maksimal.
Wisnu Wage Pamungkas | 25 Juli 2018 13:25 WIB
Calon Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) bersama istri Atalia Praratya melakukan sujud syukur sesaat sebelum memberikan pernyataan mengenai hasil penghitungan sementara pada Pilkada Jabar 2018, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/6/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com,BANDUNG — Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih Ridwan Kamil akan mencari jalan keluar agar anggaran untuk pembangunan di provinsi yang dia pimpin bisa maksimal.

Ridwan Kamil mengatakan dalam APBD Jabar 2019 mendatang sejumlah program dirinya bersama Uu Ruzhanul Ulum sudah menunggu. Bahkan dalam 100 hari pertama kerja setidaknya ada 5 program yang ditargetkan bisa dieksekusi.

“Prioritas ada di infrastruktur, Jabar Selatan. Pengentasan pengangguran satu desa satu perusahaan, launching kredit masjid sudah siap, hibah pariwisata sudah siap, Alhamdulillah banyak. Minimal 5 [program] dalam 100 hari bisa diekekusi,” katanya di DPRD Jabar di Kota Bandung, Rabu (25/7/2018).

Namun dia mengakui keterbatasan anggaran di Pemprov Jabar harus disiasati. Ridwan Kamil sendiri mengkritik kebijakan Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Ahmad Heryawan yang lemah dalam soal lobi anggaran.

“Salah satu kelemahan pemprov itu lobi ke pemerintah pusat kurang optimal,” ujarnya.

Dia mengharapkan nantinya ada sistem yang memungkinkan Jabar bisa meminta tambahan anggaran lebih besar mengingat provinsi ini memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.

“Yang harus disuapi di Jabar banyak, Sumatera Utara saja, koreksi kalau saya keliru, APBD-nya kurang dari Rp10 triliun tapi bantuan pusatnya puluh-puluh triliun,” paparnya.

Ridwan Kamil sendiri menjanjikan akan ada banyak inovasi yang akan dilakukan saat memimpin Jabar terutama soal anggaran. “Kalau semua urusan hanya mengandalkan APBD hanya 10%, jadi 90% kan ada dana CSR. Akan jadi pemimpin multidimensi, bukan pemimpin yang 100% APBD,” katanya.

Tag : ridwan kamil
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top