Malaysia Buru Tokoh Kunci 1MDB

Low disebut telah meninggalkan Makau menuju lokasi yang belum diketahui. Low, dikenal juga dengan nama Jho Low, tidak hanya menjadi objek penyelidikan oleh Kepolisian Malaysia, tapi juga diburu oleh Swiss, Singapura, dan AS.
Annisa Margrit | 11 Juli 2018 15:55 WIB
Kepala Polisi Malaysia Bagian Kejahatan Niaga Amar Singh menunjukkan foto barang-barang yang disita dari properti yang terkait dengan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (27/6). - Reuters/Lai Seng Sin

Bisnis.com, JAKARTA -- Malaysia masih memburu Low Taek Jho, salah seorang tokoh kunci dalam kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad.

Low disebut telah meninggalkan Makau menuju lokasi yang belum diketahui. Low, dikenal juga dengan nama Jho Low, tidak hanya menjadi objek penyelidikan oleh Kepolisian Malaysia, tapi juga diburu oleh Swiss, Singapura, dan AS.

"Menurut surat elektronik [dari otoritas Makau], Jho Low diyakini sudah meninggalkan Makau menuju lokasi yang tidak diketahui," ungkap Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohamad Fuzi, seperti dilansir kantor berita Bernama, Rabu (11/7/2018).

Surat elektronik itu diterimanya dari otoritas Makau dua hari lalu. Dia mengungkapkan pihaknya telah meminta bantuan dari dunia internasional melalui Interpol sejak bulan lalu.

Sebelumnya, Fuzi menerangkan polisi Malaysia mendapat informasi dari otoritas Hong Kong bahwa Jho Low berada di sana. Namun, setibanya di Hong Kong, Jho Low ternyata sudah berangkat ke Makau.

Dia diduga menggunakan paspor dari negara lain untuk bepergian setelah paspor Malaysianya dibatalkan pada 15 Juni 2018.

Pernyataan Fuzi mendapat reaksi dari otoritas Makau. Meski Kepolisian Makau mengonfirmasi bahwa mereka sudah memberikan respons ke pihak Malaysia, tapi mereka menyatakan tidak akan membuka informasi mengenai keluar masuknya seseorang.

"Kepala polisi [Malaysia] baru-baru ini memberikan informasi ke media mengenai Makau, yang tidak sesuai dengan fakta," demikian pernyataan resmi Kepolisian Makau, seperti dilaporkan Reuters.

Low dulunya berperan sebagai penasihat dalam berbagai investasi serta negosiasi bisnis yang dijalankan 1MDB. Dia juga pemilik yacht Equanimity yang sempat disita oleh kepolisian Indonesia di Bali pada Februari 2018.

Penyitaan dilakukan sebagai bagian penyelidikan yang dilakukan FBI atas kasus korupsi miliaran dolar AS di 1MDB.

Pada Agustus 2017, Departemen Kehakiman AS berupaya menyita aset-aset dengan nilai lebih dari US$1,7 miliar yang diduga dibeli dengan dana 1MDB, salah satunya yacht Equanimity.

Dana yang disalahgunakan dari 1MDB disebut mencapai lebih dari US$4,5 miliar dan sekitar US$700 juta di antaranya masuk ke rekening pribadi mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak.

Sumber : Reuters, Bernama

Tag : Skandal 1MDB
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top