Pilgub Jatim: Di Daerah Kekuasaan Risma dan Khofifah Berhasil Imbangi Gus Ipul

Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo menjadi medan pertarungan paling sengit bagi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno versus Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.
Samdysara Saragih | 22 Juni 2018 19:00 WIB
Pasangan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan)-Emil Elestianto Dardak melambaikan tangan kepada pendukungnya saat mendaftar sebagai Cagub-Cawagub Jawa Timur di kantor KPU Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/1). - ANTARA/Zabur Karuru

 

Bisnis.com, JAKARTA – Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo menjadi medan pertarungan paling sengit bagi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno versus Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.

Berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada akhir Mei 2018, dari 11 daerah pemilihan (dapil) di Jatim, Khofifah menang di 8 dapil. Kompetitornya, Saifullah-Puti hanya berhasil unggul di 2 dapil.

“Di satu dapil, keduanya seri, yakni Dapil I Jatim yang meliputi Surabaya dan Sidoarjo. Khofifah-Emil dan Saifullah-Puti memiliki elektabilitas masing-masing 45%, sedangkan 10% sisa pemilih masih mengambang,” kata Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas di Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Khofifah-Emil berhasil mengimbangi Saifullah-Puti di Surabaya dan Sidoarjo kendati kedua daerah tersebut masing-masing kandang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Keduanya merupakan parpol koalisi pengusung Saifullah-Puti.

Surabaya dikuasai PDIP lewat dua kadernya, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Buana. Sementara itu, Kabupaten Sidoarjo dipimpin oleh Bupati Saiful Ilah yang merupakan kader PKB.

Sirojudin menjelaskan pertimbangan warga memilih di Pilgub Jatim 2018 tidak berkorelasi dengan latar belakang pilihan parpol mereka. Menurut dia, sebanyak 50,8% konstituen parpol koalisi pengusung Saifullah-Puti justru mendukung Khofifah-Emil.

“Empat parpol pengusung Saifullah-Puti banyak yang membelot ke Khofifah-Emil. Secara kesuruhan konstituen memilih tidak selalu mengikuti kehendak partai,” ujarnya.

Untuk sebaran keunggulan, Khofifah-Emil unggul di Dapil II (Pasuruan, Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Probolingo), Dapil III (Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo), Dapil IV (Jember, Lumajang), Dapil VII (Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek).

Selanjutnya, Dapil VIII (Jombang, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Kota Madiun, Kota Mojokerto), Dapil IX (Bojonegoro, Tuban), Dapil X (Gresik, Lamongan), dan Dapil XI (Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep).

Sementara itu, basis kemenangan Saifullah-Puti berada di Dapil V (Malang, Kota Batu, Kota Malang) dan Dapil VI (Blitar, Kediri, Tulungagung, Kota Blitar, Kota Kediri).

SMRC mengumpulkan data dari 21-29 Mei Juni 2018. Sebanyak 820 warga Jatim menjadi responden dari survei yang memiliki marjin kesalahan rata-rata sebesar +/- 3,5% pada tingkat kepercayaan 95% tersebut.

Di seluruh Jatim, SMRC mendapati elektabilitas Khofifah-Emil sebesar 48,5%, unggul dari Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dengan suara 40,8%. Sementara itu, terdapat 10,7% responden yang belum menenentukan pilihannya.

Tag : Pilkada Serentak, pilgub jatim 2018
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top