Korsel - AS Berencana Hentikan Latihan Militer Gabungan

Korea Selatan dan Amerika Serikat diperkirakan akan mengumumkan penangguhan latihan militer berskala besar pekan ini, dengan ketentuan bahwa mereka akan memulai kembali latihan jika Korea Utara gagal memenuhi janji denuklirisasi.
Nirmala Aninda | 17 Juni 2018 14:57 WIB
Presiden AS Donald Trump saat pertemuan di Istana, Singapura, 11 Juni 2018. - Reuters

Kabar24.com, SEOUL -- Korea Selatan dan Amerika Serikat diperkirakan akan mengumumkan penangguhan latihan militer berskala besar pekan ini, dengan ketentuan bahwa mereka akan memulai kembali latihan jika Korea Utara gagal memenuhi janji denuklirisasi.

Dilansir melalui Reuters, mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya, kantor berita Korea Selatan Yonhap pada Minggu (17/6/2018) mengatakan penangguhan tersebut kemungkinan hanya berlaku bagi latihan gabungan, bukan pelatihan militer rutin.

Presiden AS Donald Trump mengejutkan para pejabat tinggi di Seoul dan Washington saat dirinya berjanji untuk mengakhiri "permainan perang" setelah pertemuannya dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura pekan lalu.

Segera setelah pengumuman itu, pasukan AS di Korea Selatan mengatakan bahwa mereka tidak menerima petunjuk untuk menghentikan latihan apapun, sedangkan para pejabat tinggi Korea Selatan mengatakan mereka akan mencoba mencari tahu maksud pernyataan Trump.

Akan tetapi, meski Seoul terbuka dengan wacana penangguhan latihan militer, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan pada Kamis (15/6/2018) bahwa pemerintahnya memerlukan sikap yang lebih fleksibel mengenai tekanan militer terhadap Korea Utara jika mereka tulus akan melakukan denuklirisasi.

Melalui pernyataan resmi, Moon mengatakan bahwa Korea Selatan akan mempertimbangkan latihan gabungan dengan AS secara hati-hati serta meminta agar para pejabatnya dapat bekerjasama dengan AS mengenai masalah ini.

Kantor berita Yonhap juga melaporkan bahwa selama pembicaraan militer antara Korea Utara dan Korea Selatan pada Kamis lalu, pejabat Korea Selatan meminta rekan-rekan mereka di utara untuk merelokasi artileri 30 hingga 40 kilometer jauhnya dari garis demarkasi militer yang membagi kedua negara.

Namun Kementerian Pertahanan Korea Selatan justru membantah telah membuat permintaan seperti itu, kata Yonhap.

Pembicaraan tersebut, pertama dalam lebih dari satu dekade, diadakan di desa perbatasan Panmunjom di zona demiliterisasi (DMZ), menyusul pertemuan puncak antar-Korea pada bulan April di mana para pemimpin kedua Korea sepakat untuk meredakan ketegangan dan menghentikan "sikap bermusuhan".

Namun, Korea Utara dan Korea Selatan gagal mencapai kesepakatan konkrit selama pembicaraan itu, kata para pejabat.

Korea Utara mengusulkan kepada Seoul untuk melucuti senjata, atas dasar percobaan, di daerah Keamanan Bersama di Panmunjom, satu-satunya tempat di DMZ di mana kedua tentara negara itu berdiri berhadap-hadapan, kata juru bicara kepresidenan Korea Selatan pada hari Jumat.

Sekitar 28.500 tentara AS ditempatkan di Korea Selatan, warisan Perang Korea, perang yang berakhir pada tahun 1953 atas gencatan senjata tersebut menyebabkan kedua Korea secara teknis masih berperang. Pada sidang senat Kamis lalu, calon Duta Besar AS untuk Korea Selatan, pensiunan Laksamana Harry Harris mendukung gagasan "jeda" pada latihan militer skala besar.

Dalam pemahamannya, penangguhan hanya akan melibatkan latihan militer besar, sedangkan pelatihan reguler pasukan AS di Korea Selatan akan berlanjut, meskipun keputusan akhir tergantung pada Departemen Pertahanan.

Agenda latihan gabungan AS-Korea Selatan mencapai titik tertinggi setiap tahun dengan pelatihan Foal Eagle dan Max Thunder, yang keduanya selesai pada bulan lalu. Latihan besar berikutnya, Ulchi Freedom Guardian, direncanakan untuk diadakan pada akhir musim panas.

Tahun lalu, 17.500 orang Amerika dan lebih dari 50.000 pasukan Korea Selatan berpartisipasi dalam latihan Ulchi Freedom Guardian, meskipun latihan ini kebanyakan difokuskan pada simulasi komputer daripada latihan lapangan langsung yang menggunakan senjata, tank atau pesawat terbang.

Tag : korea selatan, Latihan Militer
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top