China Sarankan Pelonggaran Sanksi bagi Korea Utara

China menyatakan pada hari Selasa (12/6/2018) bahwa pelonggaran sanksi untuk Korea Utara dapat menjadi pertimbangan jika negara itu tunduk pada resolusi PBB, setelah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjanji akan mengupayakan denuklirisasi.
Aprianto Cahyo Nugroho | 12 Juni 2018 16:29 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – China menyatakan pada Selasa (12/6/2018), pelonggaran sanksi untuk Korea Utara dapat menjadi pertimbangan jika negara tersebut tunduk pada resolusi PBB, setelah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjanji akan mengupayakan denuklirisasi.

China telah menandatangani pengetatan sanksi oleh AS terhadap negara tetangganya tersebut menyusul uji coba nuklir dan rudal, namun selalu mengatakan sanksi harus disertai dengan pembicaraan untuk resolusi politik.

China merupakan pendukung ekonomi dan diplomatik Korea Utara yang paling penting, meskipun kemarahannya terhadap aggresitivas Pyongyang terus berderak.

Berbicara di Beijing setelah Trump dan Kim menandatangani pernyataan bersama di akhir pertemuan bersejarah mereka di Singapura, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang menegaskan bahwa China selalu mematuhi semua resolusi PBB tentang Korea Utara.

"Resolusi Dewan Keamanan PBB yang telah disahkan mengatakan bahwa jika Korea Utara menghormati dan bertindak sesuai dengan resolusi, maka langkah-langkah sanksi dapat disesuaikan, termasuk menghentikan sementara atau menghapus sanksi yang relevan," kata Geng, seperti dikutip Reuters.

"China telah secara konsisten menyatakan bahwa sanksi bukan menjadi tujuan mereka. Tindakan DK harus mendukung dan menyesuaikan dengan upaya pembicaraan diplomatik saat ini kea rah denuklirisasi Semenanjung Korea dan mempromosikan solusi politik untuk semenanjung itu," tambahnya.

Geng juga mengatakan, sebagai pihak yang terlibat dalam persoalan di semenanjung Korea, China memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memainkan peran yang layak dalam kemajuan menuju semenanjung tanpa nuklir.

Beijing memiliki kepentingan strategis utama menyangkut Korea Utara, dan telah lama khawatir bahwa jatuhnya ekonomi negara tetangganya dapat mendorong gelombang pengungsi ke China, atau bahwa perang nuklir di semenanjung Korea dapat mencemari wilayah negara.

Korea Utara juga berfungsi sebagai negara penyangga berharga antara China dan pasukan AS di Korea Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, korea utara

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top