Densus 88 Tangkap Tukang Pulung Terkait Kasus Bom Molotov Solo 2016

Tim Densus 88 Antiteror menangkap seorang tukang pulung yang disinyalir terkait kasus pelemparan bom molotov di Solo dan Sukoharjo pada 2016 lalu.
Sri Sumi Handayani | 04 Juni 2018 17:33 WIB
Tim Densus 88 Antiteror menggeledah rumah terduga teroris di Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, pada Senin (4/6/2018). - JIBI/Sri Sumi Handayani

Bisnis.com, KARANGANYAR --Tim Densus 88 Antiteror menangkap seorang tukang pulung yang disinyalir terkait kasus pelemparan bom molotov di Solo dan Sukoharjo pada 2016 lalu. Informasi yang dihimpun Solopos.com dari beberapa sumber, dia merupakan warga Dukuh Winong, RT 002/RW 004, Desa Jatikuwung, Gondangrejo, BW, 41.

Penangkapan BW dilakukan di Solo, di sekitar tempat pemakaman umum (TPU) Bonoloyo Solo pada Senin (4/6/2018) pagi pukul 06.30 WIB. BW tercatat sebagai warga Karanganyar dan bukan pendatang. Saban hari, dia bekerja sebagai pencari barang bekas atau rongsok khusus onderdil bekas maupun besi tua.

Setelah penangkapan itu, Densus 88 Antiteror didukung Polres Karanganyar menggeledah rumahnya pada Senin siang. Pantauan Solopos.com di lokasi kejadian, polisi memasang garis polisi di rumah dan di gang dekat rumah terduga teroris.

Sejumlah polisi mengenakan body system lengkap dengan senjata berjaga-jaga di luar garis polisi. Mereka menghalau wartawan yang hendak mengambil gambar dari luar garis polisi. Pada akhirnya, mereka memberi kesempatan wartawan mengambil gambar dari luar garis polisi selama beberapa menit.

Penggeledahan berlangsung mulai pukul 11.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB diakhiri pelepasan seluruh garis polisi. Rumah BW berada di dekat perempatan, berupa bangunan permanen setengah jadi karena dinding tembok belum dicat dan pintu masuk belum berpagar. Sejumlah warga menuturkan saat penggeledahan ada istri dan dua orang anaknya di rumah.

"Ada istrinya. Itu dua anaknya juga di rumah," kata salah seorang tetangga yang enggan menyebutkan nama saat berbincang dengan Solopos.com di dekat rumah BW seusai penggeledahan.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, membenarkan penangkapan BW di Solo pada Senin pagi. Setelah penangkapan oleh Tim Densus 88 Antiteros, Polres Karanganyar membantu penggeledahan di rumah terduga teroris.

Menurut Kapolres, BW ditangkap karena diduga terkait kasus pelemparan bom molotov di Alfamart Solo dan Candi Resto Grogol Sukoharjo pada akhir 2016. "Tadi pagi sudah penangkapan satu orang terduga teroris di Solo. Selanjutnya ini penggeledahan. Ini kaitan dengan beberapa kasus yang terjadi beberapa waktu lalu. Bom molotov di Candi Resto Solobaru dan Alfamart di Solo," tutur Kapolres saat ditemui wartawan seusai penggeledahan.

Henik menyebut BW termasuk jaringan Jemaah Ansharud Daulah (JAD). Tetapi, Henik menampik apabila penangkapan BW terkait tragedi bom bunuh diri di Surabaya. "Ini kasus lama. Bukan kasus di Surabaya. Peran dia [BW] tidak spesifik [bom molotov di Solo dan Sukoharjo]. Dia masuk di dalam jaringan JAD. Ada kaitan juga dengan beberapa terduga teroris yang sudah ditangkap sebelumnya," ujar dia.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, tetapi tidak ada kaitannya dengan bahan peledak.

Tag : bom, terorisme
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top