TERORISME: Oknum Alumni Universitas Riau Berafiliasi ke Kelompok Teroris JAD

Mabes Polri mengungkapkan oknum alumni Universitas Riau berinisial MNZ (32), RB alias D (34), dan OS alias K (32) yang ditangkap Densus 88 kemarin ternyata berafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharud Daullah.
Sholahuddin Al Ayyubi | 04 Juni 2018 14:40 WIB
Tim Densus 88 bersama tim Gegana Brimob Polda Riau berjaga di area penggeledahan gedung Gelanggang Mahasiswa Kampus Universitas Riau (Unri) di Pekanbaru, Riau, Sabtu (2/6/2018). Penggeledahan itu berkaitan dengan dugaan adanya jaringan teroris. - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, JAKARTA--Mabes Polri mengungkapkan oknum alumni Universitas Riau berinisial MNZ (32), RB alias D (34), dan OS alias K (32) yang ditangkap Densus 88 kemarin ternyata berafiliasi dengan kelompok teroris Jamaah Ansharud Daullah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Muhammad Iqbal mengatakan Densus 88 kini tengah mendalami peranan seluruh tersangka pada rencana penyerangan Gedung DPR dan DPRD Riau. Menurut Iqbal, selain meminta semua keterangan pelaku, Densus 88 juga akan menelusuri aliran dana yang masuk ke rekening para pelaku untuk menjalankan aksinya.

"Jadi mereka ini sama dengan kelompok penyerang di Mapolda Riau yaitu jaringan JAD. Kami akan terus mendalami dan mengembangkan kasus ini hingga menelusuri aliran dana para pelaku," tuturnya, Senin (4/6/2018).

Menurut Iqbal, Kepolisian kini akan memperketat pengamanan pada sejumlah objek vital seperti DPR, DPRD dan tempat lain yang menjadi target kelompok teroris JAD. Dia memastikan Kepolisian akan terus menggandeng sejumlah pemangku kepentingan agar dapat meminimalisir gerakan kelompok teroris itu.

"Kami akan menambahkan jumlah pasukan di semua objek vital. Ada beberapa peningkatan strategi khusus untuk pengamanan. Jadi misalnya tadinya itu yang patroli ada tiga, nanti akan kami lipatgandakan menjadi 6 yang patroli, CCTV juga akan kami maksimalkan," kata Iqbal.

Deklarasi Unri

Pada hari ini, Universitas Riau menggelar deklarasi menolak terorisme, radikalisme, dan penyalahgunaan narkoba. Universitas Riau menegaskan seluruh civitas akademika di kampus tersebut mengecam aksi terorisme dan menolak paham radikalisme.

Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi membacakan deklarasi tersebut, dengan didampingi seluruh perwakilan civitas mulai dari pejabat teras rektorat, dosen, hingga pimpinan BEM dan lembaga mahasiswa.

"Kami civitas akademika Universitas Riau mengecam keras aksi terorisme, menolak paham radikalisme dan intoleransi, serta penggunaan obat-obatan terlarang, dengan satu kata, lawan!," kata Aras dengan diikuti menyebut kata lawan secara bersamaan oleh civitas kampus itu, Senin (4/6/2018).

Aras mengatakan deklarasi yang juga dihadiri Kapolda Riau beserta jajarannya ini dilakukan pihaknya untuk mengulangi penyampaian komitmen Unri dalam menantang, menghadapi, dan menyatakan anti terhadap tindakan yang melawan kedaulatan negara Republik Indonesia.

Upaya ini juga dilakukan menyusul terjadinya penangkapan teroris dua hari lalu, di lingkungan kampus Unri Pekanbaru. Pihaknya berterima kasih kepada aparat keamanan dari Densus 88 dan Polda Riau yang berhasil mengamankan tindakan diduga perakitan bom, di gedung lembaga kemahasiswaan Unri.

Pihaknya menyebut kalau hal ini tidak dicegah secara cepat, bisa saja jatuh korban dari mahasiswa, dosen, civitas kampus, atau kerusakan gedung.

"Kalau ini tidak diamankan kemarin, kami tidak tahu juga mungkin banyak korban, gedung hancur, dan sebagainya. Tetapi berkat kerja cepat dari kepolisian, ini dapat terselamatkan," katanya.

Tag : bom, terorisme
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top