Polisi Malaysia Temukan Uang Tunai Rp405 Miliar dari Apartemen yang Digeledah

Polisi malaysia menemukan uang tunai senilai 114 juta ringgit, sekitar Rp405 miliar, di dalam tas yang disita dari penggeledahan di beberapa apartemen terkait penyelidikan kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Annisa Margrit | 25 Mei 2018 11:16 WIB
Perwira polisi Malaysia mendorong troli selama penggerebekan tiga apartemen di sebuah kondominum yang dimiliki oleh keluarga mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, di Kuala Lumpur, 17 Mei 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Polisi malaysia menemukan uang tunai senilai 114 juta ringgit, sekitar Rp405 miliar, di dalam tas yang disita dari penggeledahan di beberapa apartemen terkait penyelidikan kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Kepala polisi bagian kejahatan niaga, Amar Singh, menuturkan uang tersebut ditemukan di dalam 35 tas. Sementara itu, 37 tas lainnya yang juga ditemukan dalam penggeledahan itu berisi perhiasan dan jam tangan.

Singh menyampaikan hal itu dalam konferensi pers yang digelar di Kuala Lumpur, Jumat (25/5/2018), seperti dilansir Reuters. Nilai barang sitaan secara keseluruhan belum dihitung.

Polisi sebelumnya telah menggeledah tiga apartemen di Pavilion Residences, Kuala Lumpur. Dia mengungkapkan anak-anak mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak tinggal di 2 apartemen yang digeledah, sedangkan 1 apartemen lagi kosong.

Di sisi lain, UMNO telah meminta polisi untuk mengembalikan uang jutaan dolar AS yang disita dari berbagai properti Najib.

Menurut UMNO, sejumlah uang yang ditemukan merupakan bagian dari kontribusi kampanye dan dana partai yang tersisa dari Pemilu. Partai itu melanjutkan uang tersebut disita ketika sedang dalam proses ditransfer ke kepemimpinan partai yang baru.

"Untuk itu, UMNO ingin meminta kembali dana ini dan meminta polisi untuk mengembalikannya ke partai setelah semua proses investigasi selesai oleh otoritas terkait," demikian disampaikan UMNO, Kamis (24/5).

UMNO mengaku pihaknya membutuhkan uang tersebut dibutuhkan untuk proses pembangunan kembali partai setelah kalah di Pemilu yang digelar pada 9 Mei 2018.

Setelah kalah dalam Pemilu, Najib memang langsung mengundurkan diri dan digantikan oleh wakilnya yaitu Ahmad Zahid Hamidi.

Sumber : Reuters

Tag : malaysia, Skandal 1MDB
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top