Pemerintahan Najib Dituding Gunakan Uang dari Perusahaan Investasi Negara untuk Bayar Utang 1MDB

Pemerintahan Najib Razak disebut menggunakan uang dari perusahaan pengelola dana negara Khazanah Nasional Berhad untuk membayar sebagian utang 1Malaysia Development Berhad.
Annisa Margrit | 24 Mei 2018 11:47 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak ketika menggelar konferensi pers terkait puing pesawat MH370 yang ditemukan di Pulau La Reunion pada 2014. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintahan Najib Razak disebut menggunakan uang dari perusahaan pengelola dana negara Khazanah Nasional Berhad untuk membayar sebagian utang 1Malaysia Development Berhad.

Dua sumber Reuters yang tidak disebutkan namanya mengatakan Khazanah membayar 1,2 miliar ringgit, sekitar Rp4,26 triliun, kepada pemerintah yang ditukar dengan saham milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Malaysia.

Dana itu juga digunakan untuk membayar sebagian utang 1Malaysia Development Berhad (1MDB) kepada International Petroleum Investment Co (IPIC) yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). IPIC adalah perusahaan investasi milik Pemerintah Abu Dhabi.

Reuters melansir Kamis (24/5/2018), 1MDB setuju membayar US$1,2 miliar kepada IPIC sebagai bagian kesepakatan damai pada April 2017 terkait gagal bayarnya obligasi 1MDB.

Terkait hal ini, Kemenkeu Malaysia belum memberikan komentarnya.

Sementara itu, Khazanah menyatakan Kemenkeu Malaysia melakukan haknya pada Agustus 2017 untuk menebus Redeemable Convertible Cumulative Preference Shares yang nilainya mencapai 1,2 miliar ringgit. Saham ini diberikan kepada kementerian tersebut pada 2011.

Namun, Khazanah tidak menyebutkan apakah dana yang diterima dipakai untuk membayar utang-utang jatuh tempo 1MDB.

Sebelumnya juga dilaporkan bahwa pemerintahan mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak menggunakan dana sekitar US$500 juta dari penjualan lahan kepada bank sentral untuk membayar sebagian utang 1MDB.

Sumber : Reuters

Tag : malaysia, Skandal 1MDB
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top