Ali Mocthar Ngabalin, Politisi Yang Mencuri Perhatian Publik

Pria kelahiran Fakfak, Papua Barat, 25 Desember 1968 lalu itu memulai karir politiknya sebagai kader Partai Bulan Bintang. Lewat PPB pula Ngabalin pernah menjadi anggota Komisi I DPR periode 2004-2009 dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (F-BPD) melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan II.
John Andhi Oktaveri | 23 Mei 2018 13:25 WIB
Ali Mochtar Ngabalin (kanan) saat bertemu Presiden Joko Widodo. Ali Mochtar ditunjuk sebagai Staf Ahli di Kantor Staf Kepresidenan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Masuknya Ali Mocthar Ngabalin, sosok politisi yang rajin turun ke lapangan juga seorang mubalig, ke jajaran staf khusus Presiden cukup mencuri perhatian.

Ngabalin dikenal sebagai politisi yang memiliki jaringan luas di kalangan aktivis maupun birokrat dan kalangan politisi Senayan. Belum lagi penampilannya yang khas dengan sorban yang selalu menutup kepalanya, baik ketika tampil di arena diskusi maupun saat turun ke lapangan sebagai aktivis.

Pria kelahiran Fakfak, Papua Barat, 25 Desember 1968 lalu itu memulai karir politiknya sebagai kader Partai Bulan Bintang. Lewat PPB pula Ngabalin pernah menjadi anggota Komisi I DPR periode 2004-2009 dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (F-BPD) melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan II.

Namun, pada Pemilu 2014 dia gagal melenggang ke Senayan karena PBB tidak lolos parliamentary threshold. Padahal, suara yang diraih Ngabalin di daerah pemilihannya melebih jumlah satu kursi di DPR.

Alasan itu pulalah agaknya yang membuat Ngabalin putar haluan dan berpindah perahu ke Partai Golkar agar aspirasi daerah pemilihannya tetap tersalurkan.

Ada alasan historis di balik kepindahan Ngabalin ke partai penguasa Orde Baru itu pada tahun 2010. Dia mengklaim bahwa ayahnya Hasan Basri Ngabalin dulu termasuk pendiri Golkar dan tercatat sebagai anggota Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar di era Orde Baru yang dipimpin mendiang Presiden Soeharto.

Tidak hanya puas di parpol, Ngabalin juga pernah menjadi Ketua DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia periode 2003-2006. Pada periode yang sama, pria yang fasih berbahasa Prancis dan Arab ini juga menjadi Ketua DPP Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI).

Kini Ngabalin berlabuh di jajaran pemerintahan Presiden Jokowi sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi di bawah komando Moeldoko.

Belam jelas apa alasan Ngabalin menerima jabatan itu. Akan tetapi sebagai seorang aktivis, mubalig, dan politisi, tentunya tidak ada kata akhir bagi Ngabalin untuk terus mengabdi kepada negara.

"Semoga kami bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara," ujarnya.

 

Tag : Staf Khusus Presiden Jokowi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top