Siswa dan FSGI Pertanyakan Soal Ujian Nasional SMA

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim mengatakan soal ujian nasional seharusnya tak jauh berbeda dengan uji coba maupun kisi-kisi yang telah disampaikan.
Newswire | 13 April 2018 11:34 WIB
Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer Tahun 2018 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Santo Tarcisius di Dumai, Dumai, Riau, Senin (9/4). Sebanyak 28.293 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) di Provinsi Riau melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan sebanyak 35.537 siswa lainnya mengikuti ujian menggunakan peralatan kertas dan pensil (UNKP) yang berlangsung hingga 12 April 2018 mendatang. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim mengatakan soal ujian nasional seharusnya tak jauh berbeda dengan uji coba maupun kisi-kisi yang telah disampaikan.

"Seharusnya soal UN, baik UN berbasis komputer (UNBK) maupun kertas pensil (UNKP) harus benar-benar sesuai dengan uji coba dan kisi-kisi yang disampaikan jauh hari sebelum pelaksanaan UN," ujar Satriwan di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Hal itu dilakukan agar siswa tidak dibebani dua kali. Belajar sungguh-sungguh pada uji coba, namun soal yang keluar saat ujian tidak sesuai dengan uji coba.

Dia menjelaskan siswa banyak mengeluhkan soal UNBK matematika untuk tingkat SMA yang tidak sesuai dengan kisi-kisi dan soal uji coba.

Soal yang keluar juga tidak sesuai dengan cakupan materi di simulasi UN dan uji coba UN. Kemudian, tidak sesuai kaidah penyusunan soal yang baik (pilihan jawaban diurutkan dari kecil ke besar atau sebaliknya).

"Soal trigonometri banyak keluar enam soal padahal di kisi-kisi hanya dua soal," jelas dia.

Kemudian, soal isian singkat banyak soal yang tidak sama ada yang empat, lima, dan tiga untuk setiap peserta ujian. Seorang peserta UN SMA, Andi Ainul, mengeluhkan soal matematika UNBK yang sulit dan tidak sesuai dengan saat uji coba maupun kisi-kisi.

"Soal matematika UNBK susah, parah banget. Beda jauh sama uji coba sebelumnya. Contoh soal yang kami belum pelajari, yakni cotangen, matriks pecahan. Ada soal yang salah jawabannya. Soalnya kurang kalimat penjelasannya. Jadi bingung harus diapakan. Kami sangat kecewa dengan soal ini. Kami saja yang di Jakarta susah mengerjakannya, apalagi teman-teman di daerah," keluh Andi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ujian nasional

Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top