Hamas Buru Tersangka Pengebom Iringan Perdana Menteri Palestina

Hamas pada Rabu (21/3/2018) waktu setempat mengatakan mencari tersangka utama dalam serangan bom pekan lalu terhadap iringan Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah di Gaza.
Maftuh Ihsan | 22 Maret 2018 16:28 WIB
Seorang demonstran dari pihak Palestina saat bentrok dengan pasukan Israel di dekat Nablus, di Tepi Barat. - Reuters

Bisnis.com, GAZA—Hamas pada Rabu (21/3/2018) waktu setempat mengatakan mencari tersangka utama dalam serangan bom pekan lalu terhadap iringan Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah di Gaza.

Hamas, yang memimpin di Jalur Gaza, mengumumkan hadiah 5.000 dolar bagi siapa saja pemberi informasi tentang keberadaan tersangka. Kelompok itu tidak memberikan rincian tentang dugaan alasan atau pertalian dengan kelompok manapun.

Iringan Hamdallah dan kepala keamanan Palestina Majid Faraj diserang bom jalanan di Gaza pada 13 Maret 2018. Mereka tidak terluka.

Pasukan keamanan Hamas memasang pos pemeriksaan di beberapa jalan di Gaza, memeriksa mobil dan kartu pengenal.

"Petugas keamanan melacak untuk menangkapnya," kata pernyataan Kementerian Dalam Negeri Gaza.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin menyalahkan Hamas untuk serangan itu. Pernyataannya mengancam upaya rekonsiliasi guna mengakhiri keretakan satu dekade antara faksi Fatah dan Kelompok Hamas.

Abbas tidak memberikan bukti keterlibatan Hamas tetapi mengatakan dia tidak mempercayai Hamas untuk menyelidiki insiden itu dengan jujur dan bahwa telah ada kemajuan "nol" dalam proses rekonsiliasi.

Sementara itu, beberapa menit setelah ledakan tersebut, Hamdallah, yang tidak terluka, menyampaikan pidato dalam peresmian pabrik pengolahan limbah di Jalur Gaza, menurut cuplikan rekaman dalam siaran televisi langsung. Dia mengatakan dalam pidatonya bahwa tiga mobilnya telah rusak.

Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dipimpin Hamas mengatakan, ledakan tersebut terjadi saat konvoi perdana menteri melewati Kota utara Beit Hanoun. Tidak ada yang terluka dan petugas keamanan telah memulai penyelidikan.

Perdana menteri tersebut bermarkas di Tepi Barat yang diduduki dan melakukan perjalanan darat, melalui Israel, ke Jalur Gaza. Polisi mengatakan, ledakan tersebut terjadi tak lama setelah konvoi Hamdallah lewat, dan seorang saksi mengatakan bahwa konvoi tersebut menampakkan dua mobil pada akhir iring-iringan kendaraan mengalami kerusakan.

"Kepresidenan Palestina meminta Hamas bertanggung jawab atas penargetan pengecut dari konvoi Perdana Menteri di Gaza," demikian laporan kantor berita resmi Palestina, WAFA.

"Serangan terhadap pemerintah bersama adalah serangan terhadap kesatuan rakyat Palestina," kata Nabil Abu Rdainah, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palestina

Sumber : Antara/Reuters
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top