BRI Agro Salurkan KUR Petani Tebu KTM Rp75 Miliar

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp75 miliar untuk 750 petani tebu yang menjadi mitra pabrik gula PT Kebun Tebu Mas (KTM).
Peni Widarti | 21 Maret 2018 15:15 WIB
Direktur Utama BRI Agro, Agus Noorsanto (ketiga dari kanan) dan Direktur Kebun Tebu Mas (KTM) Adi Prasongko (keempat dari kiri) saat melakukan penandatanganan kerja sama penyaluran KUR Rp75 miliar untuk 750 petani tebu mitra binaan KTM di Surabaya, Rabu (21/3 - 2018).

Kabar24.com, SURABAYA - PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp75 miliar untuk 750 petani tebu yang menjadi mitra pabrik gula PT Kebun Tebu Mas (KTM).

Direktur Utama BRI Agro, Agus Noorsanto mengatakan kerja sama penyaluran KUR dengan KTM tersebut merupakan bagian dari upaya mencapai target penyaluran KUR sebesar Rp143 miliar.

"Skim kredit melalui kemitraan nasabah dengan orff-takernya seperti ini mempermudah penyaluran KUR karena di skema ini ada kepastian pembeli hasil panen tebu petani," jelasnya seusai penandatanganan kerja sama penyaluran KUR BRI Agro-KTM, Rabu (21/3/2018).

Dia menjelaskan tahun lalu BRI Agro baru menyalurkan Rp7,7 miliar mengingat BRI Agro sebelumnya merupakan pelaksana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) dengan menyalurkan Rp20 miliar pada 2014.

"KUR kita baru Rp7,7 miliar kepada 54 debitur karena program KUR kita baru mulai akhir tahun lalu, jadi tidak banyak. Namun, diharapkan tahun ini pertumbuhan KUR kita bisa mencapai 30%-40%," katanya.

Adapun selama ini BRI Agro membiayai modal usaha di sektor peternakan sapi perah, perkebunan sawit, budidaya ikan, pakan ikan, pupuk, dan tebu. Kontribusi terbesar penyaluran KUR BRI Agro berada di wilayah Jawa Timur, disusul Jawa Tengah dan Jambi.

BRI Agro mencatatkan dalam 5 tahun terakhir mengalami peningkatan kinjera. Pada indikator laba tercatat tumbuh rerata 27,94%, aset tumbuh 33,6%, dana pihak ketiga (DPK) naik 31,27% dan kinerja pinjaman tumbuh 31,77%.

"Sekarang BRI Agro ini masih Buku 2, diharapkan bisa naik kelas mudah-mudahan Juni ini bisa menjadi Buku 3. Ini seiring dengan rencana peningkatan layanan kam8 menuju transaksi keuangan digital, misalnya petani kalau bayaran sudah tidak cash tapi rekening dan layanan digital lainnya," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur KTM Adi Prasongko menambahkan KTM memiliki mitra binaan petani tebu sebanyak 12.000 petani. Namun, dalam kerja sama dengan BRI Agro yang merupakan pertama kali ini, baru 750 petani yang akan mendapat KUR.

Setiap petani tebu KTM rerata akan mendapatkan pinjaman KUR BRI Agron Rp100 juta/petani, dengan luas area yang akan dibiayai sekitar 3.000 ha kebun tebu rakyat.

"KUR ini kan sarana modal untuk budidaya, harapannya petani kita bisa mengerjakan kebunnya dengan baik, karena ada kepastian bahwa KTM akan menyerap tebu-tebu mereka dan memproduksinya secara efisien di pabrik kita yang modern," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
petani tebu, bri agro

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top