Ternyata, KemenanganTrump Ditentukan Facebook

CEO Cambridge AnalyticaAlexander Nix yang telah dipecat mengakui dalam sebuah tayangan video rahasia bahwa kampanye online oleh konsultan politiknya yang berkantor di Inggris memainkan peran sangat menentukan dalam kemenangan Donald Trump pada Pemilihan Presiden AS 2016.
John Andhi Oktaveri | 21 Maret 2018 10:36 WIB
Christopher Wylie, seorang whistleblower yang sebelumnya bekerja dengan Cambridge Analytica, perusahaan konsultan yang disebut menggunakan informasi pribadi lebih dari 50 juta pengguna Facebook, berbicara di Frontline Club di London, Inggris, 20 Maret 2018. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - CEO Cambridge Analytica Alexander Nix yang telah dipecat mengakui dalam sebuah tayangan video rahasia bahwa kampanye online oleh konsultan politiknya yang berkantor di Inggris memainkan peran sangat menentukan dalam kemenangan Donald Trump pada Pemilihan Presiden AS 2016.

Pernyataannya itu, yang belum diverifikasi, berpotensi memperburuk masalah yang dihadapi Facebook Inc pada saat perusahaan jejaring media sosial itu menghadapi penyelidikan oleh para legislator AS dan Eropa.

Penyelidikan itu terfokus pada peran Cambridge Analytica yang tidak pantas, karena menggunakan 50 juta data dari akun Facebook untuk memengaruhi pemilih.

Saham perusahaan itu anjlok hingga hari kedua dan ditutup turun 2,5% karena khawatir persoalan dengan Cambridge Analytica akan merusak reputasi perusahaan itu sehingga ikut menggerek turun perolehan iklan.

Perusahaan itu kehilangan US$60 miliar akibat penurunan nilai saham dalam dua hari terakhir sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (21/3/2018).

Alexander Nix dipecat oleh Dewan Direksi Cambridge Analytica menyusul laporan yang menunjukkan dia mendiskusikan potensi penyuapan dan penjebakan dalam kaitan dengan kampanye Pilpres AS.

Pemecatan Nix berlaku segera sembari "menanti investigasi utuh dan independen" terkait persoalan itu.

Pernyataan tersebut dirilis beberapa saat sebelum Channel 4 News di Inggris menyiarkan laporan yang mengekspos cara kerja perusahaan tersebut.

Laporan yang dipublikasikan pada Selasa (20/3/2018) menunjukkan rekaman yang diambil secara diam-diam berisi percakapan Nix yang mengklaim sering bertemu Trump dan bahwa perusahaannya bertanggung jawab atas banyak hal dalam kampanye sang Presiden.

"Kami melakukan semua penelitian, data, analisis, penentuan sasaran. Kami mengelola seluruh kampanye digital, kampanye televisi, dan data kami membantu penentuan strategi," ujar Nix sebagaimana dikutip CNN.com.

Alex Tayler, Kepala Bidang Data Cambridge Analytica, terekam secara terpisah menyebut analisis perusahaan berkontribusi pada kemenangan Elektoral Trump.

"Jika Anda memikirkan fakta bahwa Donald Trump kalah dalam suara populer sebesar 3 juta suara, tapi memenangkan suara elektoral, itu karena data dan penelitian," kata Tayler secara terpisah dari Nix.

“Itulah cara bagaimana kami memenangkan pemilu,” ujarnya menambahkan.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
facebook, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top