Perselisihan Internal, Eksekutif Senior Ini Pilih Hengkang dari Facebook

Pada saat Facebook didera isu tak sedap tentang bocornya data pengguna, malah memicu perselisihan internal mengenai cara penanganan ancaman dan protes publik sehingga mengakibatkan kepergian seorang eksekutif senior.
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 Maret 2018 09:58 WIB
Alex Stamos

Bisnis.com, JAKARTA – Pada saat Facebook didera isu tak sedap tentang bocornya data pengguna, malah memicu perselisihan internal mengenai cara penanganan ancaman dan protes publik sehingga mengakibatkan kepergian seorang eksekutif senior.

Rencana keluarnya Alex Stamos, pejabat keamanan informasi utama Facebook, mencerminkan ketegangan kepemimpinan yang meningkat dalam jajaran atas jaringan sosial terbesar itu.

DIlansir New York Times, sebagian besar perselisihan internal berakar pada seberapa banyak Facebook harus berbagi secara terbuka tentang bagaimana negara-negara menyalahgunakan platform dan memperdebatkan perubahan organisasi menjelang pemilihan pemilihan tengah semester 2018.

Menurut sejumlah staf dan mantan staf Facebook, Stamos yang berencana untuk meninggalkan Facebook pada bulan Agustus, telah menganjurkan lebih banyak pengungkapan mengenai campur tangan Rusia melalui platform Facebook dan beberapa restrukturisasi untuk mengatasi masalah dengan lebih baik, namun menghadapi resistensi dari rekan kerjanya.

Pada bulan Desember, tanggung jawab Stamos sehari-hari dipindahkan ke orang lain, ujar mereka.

Stamos mengatakan dia akan meninggalkan Facebook namun dibujuk untuk tetap hingga Agustus untuk mengawasi transisi dari tanggung jawabnya dan karena eksekutif perusahaan berpikir kepergiannya akan terlihat buruk.

Stamos akan menjadi karyawan tingkat tinggi pertama yang meninggalkan Facebook sejak kontroversi mengenai disinformasi di situsnya.

Para pemimpin perusahaan, termasuk CEO Mark Zuckerberg dan Chief Operating Officer Sheryl Sandberg, telah berjuang untuk mengatasi serangkaian masalah yang semakin berkembang, termasuk campur tangan Rusia, munculnya berita palsu dan penyalahgunaan data 50 juta profil pengguna oleh Cambridge Analytica.

Perkembangan tersebut berimbas pada internal perusahaan, kata tujuh orang yang mengetahui masalah ini dan meminta untuk tetap anonim karena persoalannya bersifat rahasia. Beberapa eksekutif perusahaan menimbang reputasi mereka sendiri karena citra Facebook telah tertekan.

Salah satu ketegangan internal di Facebook adalah masalah tim hukum dan kebijakan dengan tim keamanan. Divisi keamanan pada umumnya mendorong lebih banyak pengungkapan tentang bagaimana negara-negara bagian telah menyalahgunakan platform sosial media tersebut, tetapi tim hukum dan kebijakan memprioritaskan kepentingan bisnis, menurut orang-orang yang menjelaskan masalah ini.

"Orang-orang yang tugasnya melindungi pengguna selalu berjuang melawan perjuangan orang-orang yang tugasnya menghasilkan uang bagi perusahaan," kata Sandy Parakilas, yang bekerja di Facebook di bidang privasi dan aturan lain hingga 2012, seperti dikutip New York Times.

Mr Stamos mengatakan dalam pernyataan pada hari Senin, "Ini adalah masalah yang sangat menantang, dan saya memiliki beberapa ketidaksepakatan dengan semua rekan saya, termasuk eksekutif lainnya."

Di Twitter, dia mengatakan dia masih sepenuhnya terlibat dengan pekerjaan di Facebook dan mengakui bahwa perannya telah berubah, tanpa membicarakan rencana masa depannya.

Tag : facebook
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top