Facebook, Twitter & Google Audiensi Publik Ungkap Dugaan Intervensi Rusia dalam Pemilu AS

Facebook Inc., Twitter Inc. dan Google Inc. diundang untuk hadir dalam audiensi publik Komite Intelijen Senat pada 1 November untuk membahas penggunaan media sosial Rusia dalam mempengaruhi pemilihan presiden AS tahun lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 September 2017 07:19 WIB
Ilustrasi Facebook. - Bloomberg/Chris Ratcliffe

Bisnis.com, JAKARTA – Facebook Inc., Twitter Inc. dan Google Inc. diundang untuk hadir dalam audiensi publik Komite Intelijen Senat pada 1 November untuk membahas penggunaan media sosial Rusia dalam mempengaruhi pemilihan presiden AS tahun lalu.

Dalam undangan yang disampaikan ajudan senat tersebut, pejabat ketiga perusahaan tersebut juga diminta hadir dalam persidangan terbuka pada bulan depan oleh Komite Intelijen DPR AS.

Dilansir Bloomberg, Panel DPR mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka ingin mendengar pendapat dari perusahaan teknologi untuk lebih memahami bagaimana Rusia menggunakan platform online untuk menabur perselisihan dan mempengaruhi pemilihan.

Ketua Intelijen Senat Richard Burr, sekaligus anggota partai Republik dari Carolina Utara, mengatakan bahwa dia menginginkan data akuntansi penuh dari Facebook, yang diungkapkan pada bulan September bahwa orang-orang Rusia tampaknya telah membeli iklan senilai sekitar US$100.000 yang berhubungan dengan pemilihan tahun lalu.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg membela perusahaannya dalam sebuah postingan pada akun resminya Rabu (27/9), dan menolak tuduhan Trump pada hari sebelumnya bahwa Facebook menentang kampanyenya.

"Setelah pemilihan, saya memberi komentar bahwa menurut saya misinformasi di Facebook mengubah hasil pemilihan merupakan gagasan gila," tulis Mark, seperti dikutip Bloomberg.

Dia menambahkan, "Kami akan melakukan bagian kami untuk mempertahankan diri terhadap negara-negara yang berusaha menyebarkan informasi yang keliru dan mempengaruhi hasil pemilihan."

Pemerintah AS bukan hanya khawatir dengan aktivitas tahun lalu, namun juga ingin mencegah upaya untuk mempengaruhi pemilihan di masa depan. Beberapa anggota partai Demokrat telah meminta perusahaan media sosial untuk memenuhi persyaratan pengungkapan untuk iklan politik.

Penasihat khusus Robert Mueller juga telah menjadikan Facebook sebagai fokus penyelidikannya terhadap kolusi antara pemerintah Rusia dan kampanye Donald Trump.

Sementara itu, Pejabat dari Twitter dijadwalkan menghadiri pertemuan tertutup pada hari Kamis dengan penyelidik Intelijen Senat.

Mark Warner, pemimpin tertinggi dari Partai Demokrat di Komite Intelijen Senat, mengatakan bahwa panel tersebut masih belum mendapatkan 3.000 iklan yang dijanjikan Facebook dan yang telah diserahkan ke Mueller.

Tag : rusia, facebook, twitter
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top