Kecerobohan Facebook Menenggelamkan Sahamnya

Peribahasa menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri tampaknya cocok untuk mewakili tindakan Facebook pekan lalu. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini telah berupaya mempertahankan kredibilitasnya dalam menghadapi isu bocornya data pengguna Facebook.
Dwi Nicken Tari | 20 Maret 2018 15:24 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA --Peribahasa “menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri” tampaknya cocok untuk mewakili tindakan Facebook pekan lalu.

Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini telah berupaya mempertahankan kredibilitasnya dalam menghadapi isu bocornya data pengguna Facebook.

Alih-alih dipuji, langkah Facebook tersebut justru mendorong kekhawatiran investor dan memicu penjualan saham.  

Sebelumnya, Facebook mengumumkan perusahaan periklanan politik asal Inggris, Cambridge Analytical, telah melanggar kebijakan mengenai penggunaan informasi data pengguna.

Mengutip Bloomberg, saham Facebook tergerus 6,8% pada perdagangan Senin (19/3) menjadi US$172,56. Penurunan ini merupakan yang terdalam sejak Maret 2014.

Kekayaan Mark Zuckerberg pun turun US$4,9 miliar pada Senin (19/3).

Pasalnya, saham Facebook anjlok setelah para investor menimbang laporan tentang perusahaan periklanan politik, Cambridge Analytica,  yang masih menyimpan informasi berisi data dari pengguna Facebook tanpa izin.

Adapun, kekayaan Zuckerberg juga berkurang sebesar US$70,4 miliar, sehingga menurunkan posisinya dalam Indeks Miliader Bloomberg ke peringkat lima, di bawah Bezos, Bill Gates, Warren Buffet, dan Amancio Ortega.

Chief Strategist Miller Tabak Matt Maley menjelaskan bahwa Facebook saat ini berada dalam tekanan dari pembuat kebijakan negara-negara di belahan Atlantik.

Juru bicara Komisi Kehakiman Senat AS George Hartmann menyatakan bahwa mereka akan menyelenggarakan jajak pendapat dengan petingi Facebook Inc., Alphabet Inc., Google and Twitter Inc., setelah laporan Facebook tersebut.

“Pada pimpinan sekarang sedan gmengumpulkan informasi untuk mengambil langkah yang diperlukan oleh komite,” kata Hartmann melalui surat elektronik, seperti dikutip Reuters, Selasa (20/3).

Selain itu, Kantor Komisi Informasi Inggris juga mengupayakan untuk melakukan investigasi independen untuk menyelidiki kasus yang menyangkut perusahaan Iggris dengan perusahaan raksasa jaringan sosial itu.

“Sesuai permintaan dari Kantor Komisi Informasi Inggirs yang ingin melakukan investigasi sendiri, audit yang dilakukan Stroz Friedberg akan mundur,” tulis Facebook dalam pernyataannya

Adapun, Maley melanjutkan, kejadian baru-baru ini tidak akan mengganggu sektor teknologi secara luas.

“Facebook telah disoroti beberapa bulan ini, para investor juga mulai terbiasa dengan hal itu. Tetapi jika kita melihat Netflix atau Amazon dalam situasi yang sama, maka itu bisa menjadi masalah besar,” katanya.

Oleh karena itu, Maley memprediksi bahwa Facebook mungkin akan merugi dalam jangka pendek, tergantung dari apa keputusan dari pemerintah.

Untuk saat ini, sektor teknologi masih akan didukung oleh saham dari pembuat chip seperti Intel Corp. atau Micron Technology Corp., yang tidak akan terlalu terganggu dengan isu tersebut.

Selain pelemahan baru-baru ini, saham sektor teknologi tampak tidak terlalu lemah dari sisi teknikal. Lebih dari 84% saham di Indeks Informasi Teknologi S&P 500 diperdagangkan di atas moving average 50, level tertinggi sejak aksi jual pada bulan lalu. Perbandingannya adalah dengan 50% indeks S&P.

Sementara itu, saham Facebook turun 6,8% menjadi US$172,56, tetap menyeret indeks sektor teknologi S&P 500  turun 2,1% dan memberatkan ekuitas Paman Sam secara luas.

“[Perusahaan teknologi] akan mendapatkan lebih banyak sorotan mengnai data-data yang mereka kumpulkan dan bagaimana data itu dipergunakan,” kata Shawn Cruz, Senior Trading Specialist TD Ameritrade di Chicago.

Tag : saham, facebook
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top