Rusia Bakal Jadi Mitra Sulit Eropa

Rusia akan tetap menjadi mitra sulit, kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, menanggapi keterpilihan kembali Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu dan mempertanyakan keadilannya.
Martin Sihombing | 20 Maret 2018 04:14 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (ki) dan Perdana Menteri Dmitry Medvedev berjalan sebelum sebuah pertemuan dengan anggota pemerintahan di Moskow, Rusia, Selasa (26/12/2017). - Sputnik

Bisnis.com, BRUSSELS -  Rusia akan tetap menjadi mitra sulit, kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, menanggapi keterpilihan kembali Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu (18/3/2018) dan mempertanyakan keadilannya.

"Uni Eropa harus bisa terus berbicara dengan Rusia, meski ada sejumlah masalah," katanya.

"Hasil pemilihan umum di Rusia sama sekali tidak mengejutkan bagi kami, sama dengan keadaan pemilihan umum. Kami tidak dapat membicarakan persaingan politik, yang adil, dalam semua hal sebagaimana kami pahami," katanya kepada wartawan, saat tiba di pertemuan bulanan Menteri luar negeri Uni Eropa.

"Rusia akan tetap menjadi mitra sulit, tapi juga akan dibutuhkan untuk penyelesaian sengketa besar dunia dan kami ingin tetap berembuk," kata Maas.

Sebelumnya, Xinhua melaporkan bahwa Presiden petahana Rusia Vladimir Putin memimpin dengan 74,22 persen suara dalam pemilihan presiden Ahad, setelah 40 persen kertas suara dihitung, menurut data awal dari Komisi Pemilihan Umum Pusat (CEC).

Calon dari Partai Komunis Pavel Grudinin memperoleh 14,02 persen suara, setelah 40 persen kertas suara dihitung, sementara pemimpin Partai Liberal Demokrat Rusia Vladimir Zhirinovsky mendapatkan 6,51 persen, kata CEC.

Calon Partai Gagasan Sipil Ksenia meraih 1,41 persen suara.

Sumber : ANTARA/REUTERS

Tag : vladimir putin
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top