Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nasib Cawapres Jokowi Ikut Ditentukan Jusuf Kalla

Sosok calon wakil presiden pendamping Joko Widodo akan diputuskan partai politik pengusung calon presiden petahana itu setelah perhelatan pemilihan kepala daerah serentak 2018.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 20 Maret 2018  |  14:54 WIB
Nasib Cawapres Jokowi Ikut Ditentukan Jusuf Kalla
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla meninggalkan Kantor Wakil Presiden usai pertemuan tertutup di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (6/2). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA — Sosok calon wakil presiden pendamping Joko Widodo akan diputuskan partai politik pengusung calon presiden petahana itu setelah perhelatan pemilihan kepala daerah serentak 2018.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjelaskan pilkada tahun ini menjadi aktualisasi pencarian pemimpin yang dikehendaki oleh rakyat.

Untuk itu, parpol pengusung Jokowi masih menunggu hasil pencoblosan 27 Juni sebagai salah satu pertimbangan memilih cawapres.

“Setelah pilkada, momentum terbaik bagi Pak Jokowi, Pak Jusuf Kalla, bersama ketua umum partai untuk membicarakan cawapres yang terbaik bagi bangsa dan negara,” katanya usai bertemu jajaran DPP Partai Golkar di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Sembari menunggu nama cawapres final, Hasto mengajak partai politik yang telah mendeklarasikan Jokowi untuk bekerja sama mengawal pemerintahan sampai penghujung periode.

Parpol yang menempatkan kader di Kabinet Kerja diharapkan dapat mendongkrak kinerja pemerintah guna meningkatkan kepuasan masyarakat.

Pada 23 Februari 2018, PDIP mendeklarasikan Jokowi sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2019.

Langkah tersebut menyusul Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan yang lebih dahulu menyatakan dukungan.

Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto mengatakan partainya dan PDIP memiliki visi dan misi yang sama untuk memastikan Jokowi dapat melanjutkan periode kedua kekuasaannya.

PDIP dan Golkar bersepakat bekerja sama dalam Pilpres 2019 meskipun keduanya memiliki strategi masing-masing dalam Pemilu Legislatif 2019.

“Kami akan membuat platform jangka menengah sebagai bagian kepemimpinan Pak Jokowi yang kedua,” ujar Menteri Perindustrian ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top