Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inggris Gelar Pertemuan Khusus Bahas Serangan Terhadap Eks Agen Rusia

Tim penyelidik Inggris akan mengabarkan perkembangan kondisi mantan agen rahasia Rusia yang kritis setelah terpapar substansi tak dikenal kepada jajaran menteri Inggris.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 07 Maret 2018  |  15:47 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Tim penyelidik Inggris akan mengabarkan perkembangan kondisi mantan agen rahasia Rusia yang kritis setelah terpapar substansi tak dikenal kepada jajaran menteri Inggris.

Rapat tersebut bakal digelar Rabu (7/3/2018) waktu setempat. Seperti dilansir dari Reuters, Menteri Dalam Negeri Amber Rudd akan memimpin rapat.

Sergei Skripal, yang sempat menjadi agen rahasia top di badan intelijen Rusia, ditemukan tak sadarkan diri di bangku dekat sebuah pusat perbelanjaan di Salisbury, Inggris pada Minggu (4/3). Putrinya yang berusia 33 tahun, Yulia, berada di sampingnya dengan kondisi serupa. 

Pihak kepolisian mengungkapkan keduanya terpapar zat tak dikenal. Saat ini, Skripal dan anaknya masih dalam kondisi kritis.

Regu anti terorisme telah mengambil alih penyelidikan dan laboratorium riset militer Inggris tengah berusaha mencari tahu kandungan zat tersebut. 

Inggris telah memberikan peringatan kepada Rusia bahwa jika Negeri Beruang Merah terlibat dalam peristiwa itu, maka akan ada konsekuensi berat. 

Para menteri Inggris juga menilai kasus ini memiliki persamaan dengan pembunuhan terhadap Alexander Litvinenko, mantan agen KGB yang tewas setelah meminum teh yang mengandung radioaktif polonium-210 di London pada 2006.

Rusia telah menyangkal dugaan keterlibatan dalam dua kasus ini dan menyatakan tudingan itu tak berdasar.

Skripal berkhianat kepada negaranya dengan memberikan identitas lusinan mata-mata Rusia kepada badan intelijen Inggris, MI6. Dia diberi suaka oleh negara Eropa Utara pada 2010 setelah adanya program pertukaran agen rahasia yang terlibat dalam masa Perang Dingin. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris mata-mata

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top