Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Afganistan Ajak Taliban Gelar Pembicaraan Damai

Presiden Afganistan Ashraf Ghani menawarkan kesempatan bagi Taliban untuk melakukan pembicaraan damai, sebagai bagian dari upaya negara Asia Selatan itu untuk mengakhiri perang berkepanjangan.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 28 Februari 2018  |  14:54 WIB
Presiden Afganistan Ashraf Ghani dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla duduk berdampingan dalam konferensi mengenai perdamaian dan kerja sama keamanan di Kabul, Afganistan, Rabu (28/2). - Reuters/Omar Sobhani
Presiden Afganistan Ashraf Ghani dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla duduk berdampingan dalam konferensi mengenai perdamaian dan kerja sama keamanan di Kabul, Afganistan, Rabu (28/2). - Reuters/Omar Sobhani

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Afganistan Ashraf Ghani menawarkan kesempatan bagi Taliban untuk melakukan pembicaraan damai, sebagai bagian dari upaya negara Asia Selatan itu untuk mengakhiri perang berkepanjangan.

Hal itu disampaikannya dalam pembukaan konferensi internasional yang ditujukan untuk memfasilitasi pembicaraan damai. Reuters melansir Rabu (28/2/2018), Ghani mengusulkan adanya gencatan senjata dan pembebasan tahanan.

Dia juga menyatakan kesediaannya untuk mengkaji kembali UU negara sebagai bagian dari perjanjian damai dengan Taliban. Selama ini, Taliban selalu menolak pembicaraan langsung dengan pemerintah di Kabul.

"Pemerintah menawarkan negosiasi perdamaian dengan Taliban tanpa syarat," ujarnya.

Pernyataan ini juga menandai perubahan pandangan Ghani, yang sebelumnya selalu menyebut Taliban sebagai teroris dan pemberontak.

Taliban sebelumnya membuka peluang pembicaraan damai dengan AS, tapi menolak berbicara langsung dengan Kabul. Masih belum diketahui bagaimana Taliban akan bersikap atas tawaran Ghani.

Perang dengan Taliban sudah berlangsung selama 16 tahun. Meskipun sudah banyak perubahan di negara itu, tapi isu keamanan masih membayangi dan serangan bunuh diri masih terus terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

afganistan

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top