Teror Orang Gila Serang Ulama dan Penyerangan Pemuka Agama : Ini Peta Wilayah Penyebar Hoax dan Jenisnya

Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengaku sudah membuat peta wilayah yang paling sering menyebarkan berita palsu ihwal penculikan ulama, guru ngaji, muadzin dan penghinaan terhadap sejumlah tokoh agama.
Sholahuddin Al Ayyubi | 22 Februari 2018 16:35 WIB
Hoax - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA--Badan Reserse Kriminal Mabes Polri mengaku sudah membuat peta wilayah yang paling sering menyebarkan berita palsu ihwal penculikan ulama, guru ngaji, muadzin dan penghinaan terhadap sejumlah tokoh agama.

Di antara isu tersebut terkait dengan orang diduga gangguan jiwa atau ODGJ.

Berdasarkan data Bareskrim Mabes Polri ada beberapa wilayah yang telah dipantau polisi karena penyebaran berita palsu atau hoax merebak di wilayah tersebut. Beberapa wilayah itu adalah:

Wilayah Aceh

Kasus: Telah beredar di media sosial tentang adanya foto seseorang yang diduga ODGJ diamankan di masjid oleh beberapa orang, orang tersebut diduga sedang melakukan pemburuan terhadap ulama.

Motif : Terjadi kesalahpahaman antara pengurus masjid dengan seseorang yang kebetulan salat yang tiba-tiba mengumandangkan ikamah pada saat jamaah melaksanakan salat sunnah, kemudian pelaku ditegur pengurus masjid untuk menghentikan ikamah dan pengurus masjid minta pelaku agar bergeser ke kanan, namun pelaku justru keluar menuju halaman masjid, namun tidak terjadi penganiayaan.

Wilayah Banten

Kasus : Kesalahpahaman yang berujung penolakan warga Desa Babat Kecamatan Legok terkait keberadaan dan kegiatan Mulyanto Nurhalim‎ alias Bhante atau biksu atih.

Motif : Warga menolak kehadiran Biksu Mulyanto Nurhalim karena dinilai telah menyalahgunakan fungsi tempat tinggal menjadi tempat ibadah.

Wilayah Palmerah, Jakarta Barat

Kasus: Pengeroyokan terhadap ustaz Abdul Basit.

Motif : Tidak terima karena diusir ketika sedang nongkrong di depan ruko milik korban atas nama Ustaz Abdul Basit.

Wilayah Jawa Barat

Kasus : Peristiwa pidana korban ulama atau tokoh agama ada sekitar 2 kasus

  • peristiwa pidana kekerasan dengan korban orang biasa namun diviralkan seolah korbannya adalah ulama dan pelakunya orang gila sebanyak 4 peristiwa
  • tidak ada peristiwa pidana tapi disebarkan melalui berita palsu seolah ada peristiwa pidana dengan korban ulama atau tokoh agama dengan pelaku orang gila sebanyak 5 peristiwa
  • penciptaan TKP oleh orang tidak bertanggung jawab dan diviralkan seolah berhasil menangkap orang gila yang akan menyerang ulama, tokoh agama dan para santri sekitar 2 peristiwa.

Wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah

Kasus: penganiayaan terhadap Romo dan jemaat Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta yang diduga merupakan aksi teror ditangani oleh Densus 88.

Wilayah Jawa Timur

  • Kasus : pembunuhan terhadap seorang guru ngaji di Sampang, Jawa Timur pada 27 Desember 2017.
    Motif : marah karena korban diduga sebagai dukun santet yang menyantet salah satu pelaku bernama Subairi. Tersangka yang dimankan 1 orang dan 2 orang lainnya masih DPO.
  • Kasus: pimpinan pondok pesantren mengalami luka akibat terjatuh dikejar seseorang yang diduga ODGJ di Lamongan.
  • Kasus: pengrusakan terhadap patung Duara Pala di Pura Mandara, Giri Kabupaten Lumajang.
  • Kasus: pengerusakan pintu kaca Masjid Baiturrahman oleh seseorang yang diduga ODGJ kelurahan Kingking, Kabupaten Tuban. Pelaku diduga kesal karena menunggu dari siang hingga malam hari. Pelaku diduga ODGJ karena ada bukti surat dari RSUD DR. Moewardi Surakarta dan surat keterangan dari Kepala UPT Puskesmas bahwa pelaku merupakan pasien rawat jalan karena depresi.

 

Tag : teror, bareskrim, hoax
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top