Kemenag-Afganistan Siap Kolaborasi Penelitian Kehidupan Keagamaan

Badan Litbang dan Diklat Kemeterian Agama (Kemenag) membuka diri untuk melakukan kerjasama penelitian dalam bidang kehidupan keagamaan, pendidikan, dan naskah kuno (manuskrip) dengan Afganistan.
Yodie Hardiyan | 14 Februari 2018 18:20 WIB
Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani mencium kepala seorang siswi saat upacara penyambutan, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/4). - REUTERS/Dita Alangkara

Bisnis.com, JAKARTA --- Badan Litbang dan Diklat Kemeterian Agama (Kemenag) membuka diri untuk melakukan kerjasama penelitian dalam bidang kehidupan keagamaan, pendidikan, dan naskah kuno (manuskrip) dengan Afganistan.

Hal ini disampaikan Kapuslitbang Kehidupan Keagamaan (Kemenag) Muharram Marzuki saat mendampingi Sekjen Nur Kemenag Syam menerima Dubes RI untuk Afganistan beserta delegasi lainnya di Jakarta. “Afganistan-Indonesia, bisa melakukan kolaborasi riset,” kata Muharam dalam keterangan tertulis, Rabu (14/2/2018).

Muharram berharap peneliti Kemenag dan Afganistan bisa menghasilkan rumusan keilmuan tentang moderasi agama serta tentang lektur keagamaan. “Banyak manuskrip di Indonesia dan Afganistan. Ini juga menjadi kekuatan kedua negara,” tambah Muharram.

Kerjasama Kemenag dengan Afganistan disebut sudah berjalan sejak 2015. Bahkan, pada September 2017, Indonesia sudah menyelesaikan pembangunan masjid Assalam di Afganistan.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim juga membuka peluang kerjasama pertukaran mahasiswa dan dosen dengan perguruan tinggi di Afganistan. Menurutnya, saat ini Kementerian Agama memiliki 57 Peguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang bisa menampung mahasiwa luar negeri.

Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Achmad Gunaryo menambahkan Kemenag selalu memberikan beasiswa kepada orang Indonesia yang berprestasi untuk dapat menjadi duta diplomasi antar negara. Sampai saat ini, sudah ada 400 penerima beasiswa.

Mereka berperan sebagai duta bangsa yang menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang aman, damai, dan rukun. "Semua lulusan program ini, tidak ada yang menganggur dan misinya adalah diplomasi untuk negara,” kata Gunaryo.

Tag : afganistan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top