3 Ton Sabu Diselundupkan, Indonesia Harus Jadi Neraka Penyeludup Narkoba

BNN menggagalkan penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu yang mencapai tiga ton.
Jaffry Prabu Prakoso | 13 Februari 2018 23:10 WIB
TNI-AL dalam menggagalkan penyelundupan sabu-seberat 1 ton. - Dok. Kantor Staf Kepresidenan

Kabar24.com, JAKARTA — BNN menggagalkan penyelundupan narkotika golongan I jenis sabu yang mencapai tiga ton.

Penangkapan ini menandakan perairan Indonesia masih menjadi jalur favorit peredaran narkoba internasional dan Indonesia masih menjadi negara target peredarannya.

Ketua Komite III DPD Fahira Idris mengatakan dalam satu dekade terakhir peredaran narkoba di Indonesia sudah mencapai titik paling kritis sepanjang sejarah republik ini.

Tidak hanya menjadi alat perusak generasi muda, narkoba sudah menjadi ancaman bagi ideologi Pancasila dan ketahanan nasional bangsa.

“Saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada TNI AL dan BNN atas upaya yang tidak kenal lelah menjaga wilayah perairan Indonesia dari penyeludupan berton-ton narkoba yang secara tidak langsung juga menyelamatkan banyak nyawa di Indonesia,” katanya, Selasa (13/2/2018).

Fahira berharap aksi penggagalan penyeludupan narkoba ini mengirim pesan kuat kepada jaringan pengedar narkoba di dunia bahwa Indonesia bukanlah surga melainkan neraka bagi mereka.

“Tantangan kita semakin berat saat hukum belum sepenuhnya tegas dan masih ada oknum penegak hukum yang masih berani bermain-main dengan kasus narkoba,” tukas Fahira.

Menurut Fahira, selain lebih intensif melakukan pengawasan di sepanjang wilayah perairan, modernisasi peralatan atau teknologi dan senjata penegak hukum menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Itu diperlukan untuk menghadapi kekuatan jaringan narkoba internasional yang memang menjadikan laut sebagai jalur utama penyeludupan.

Selain itu, cara paling efektif untuk menjadikan Indonesia neraka bagi para pengedar narkoba adalah penegakkan hukum yang tegas dan konsisten.

Senator Jakarta ini menjelaskan hingga saat ini masih banyak bandar narkoba masuk daftar terpidana mati tetapi tidak kunjung dieksekusi.

Konsekuensi dari penegakan hukum yang tidak tegas dan konsisten ini sangat kontraproduktif dan berdampak buruk terhadap jihad bangsa melawan narkoba.

“Lihat saja, di Lapas mereka masih berani menjalankan bisnisnya mengedarkan narkoba. Belum lagi yang membuat kita sangat miris, masih ada oknum aparat penegak hukum yang berani menjadi pengedar narkoba. Selama persoalan-persoalan ini tidak kita tuntaskan, Indonesia tidak akan penah jadi neraka bagi pengedar narkoba,” tutupnya.

Tag : narkoba
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top