Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pelantikan Pejabat Negara "Dimeriahkan" Demo Cantrang di Luar Istana

Entah disengaja atau tidak, massa berunjuk rasa di luar Istana saat Presiden melantik pejabat negara di dalam Istana.
Nelayan tradisional mencari ikan dengan menggunakan alat tangkap pukat darat di pantai Kutaraja, Banda Aceh, Aceh, Rabu (10/1)./ANTARA-Irwansyah Putra
Nelayan tradisional mencari ikan dengan menggunakan alat tangkap pukat darat di pantai Kutaraja, Banda Aceh, Aceh, Rabu (10/1)./ANTARA-Irwansyah Putra

Kabar24.com, JAKARTA - Banyak cara dilakukan untuk menarik perhatian pemerintah, salah satunya dengan melakukan aksi unjuk rasa.

Langkah seperti itu pula yang dilakukan massa nelayan yang mengeluhkan pelarangan penggunaan cantrang. Entah disengaja atau tidak, massa berunjuk rasa di luar Istana saat Presiden melantik pejabat negara di dalam Istana.

Ribuan nelayan asal Pantura menggelar demonstrasi pelarangan cantrang di depan Istana Merdeka, Rabu (17/1/2018).

Aksi unjuk rasa di luar pagar Istana Merdeka Jakarta tersebut bertepatan saat Presiden melantik para pejabat negara termasuk Menteri Kabinet Kerja untuk sisa masa jabatan 2014-2019.

Aksi tersebut bahkan terdengar hingga lingkungan Istana karena banyaknya massa yang dikerahkan.

Mereka telah menggelar aksi tersebut sejak sekitar pukul 08.00 WIB dan masih terus berlanjut saat Presiden melantik pejabat negara di Istana Negara sekitar pukul 09.00 WIB.

Aksi unjuk rasa tersebut tak pelak memacetkan lalu lintas di seputar Istana, termasuk Jalan Veteran hingga Jalan Majapahit Jakarta Pusat.

Sebelumnya Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Rembang Suyoto kepada wartawan mengatakan pihaknya akan melakukan aksi penolakan aturan pelarangan cantang ke Istana pada Rabu, 17 Januari 2018.

Demo tersebut diikuti kelompok nelayan cantrang yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berbeda dengan keriuhan di luar Istana, suasana di dalam Istana justru khidmat.

Presiden melantik empat pejabat negara yakni Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Idrus Marham sebagai Mensos, Marsdya TNI Yuyu Sutisna sebagai KSAU, dan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Sebelumnya, pada Senin (15/1/2018) Presiden telah bertemu nelayan pengguna cantrang di Tegal, Jawa Tengah.

Dalam pertemuan itu nelayan cantrang meminta Presiden Joko Widodo mencabut larangan penggunaan cantrang dengan alasan jenis alat tangkap pukat tarik itu menjadi sumber penghidupan selama ini dan tetap ramah lingkungan. Selengkapnya, silakan baca: Ditemui Presiden, Ini Usulan Nelayan Cantrang


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Saeno
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper