Ingin Jadi Presiden Catalunya, Puigdemont Minta Izin Pulang ke Spanyol

Pemimpin separatis Catalunya Carles Puigdemont ingin pulang ke Spanyol tepat waktu untuk menghadiri sidang pertama parlemen Catalunya. Puigdemont sekarang berada di pengasingan di Brussels, Belgia setelah Pemerintah Spanyol menjadikannya buron karena mengorganisir referendum kemerdekaan pada Oktober 2017.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 25 Desember 2017  |  15:19 WIB
Ingin Jadi Presiden Catalunya, Puigdemont Minta Izin Pulang ke Spanyol
Catalunya menuntut kemerdekaan dari Spanyol. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemimpin separatis Catalunya Carles Puigdemont meminta Pemerintah Spanyol untuk mengizinkan dirinya pulang bertepatan dengan berlangsungnya sesi pembukaan parlemen Catalunya.

Puigdemont mengasingkan diri di Belgia setelah dinyatakan sebagai buron oleh Pemerintah Spanyol karena perannya mengorganisir referendum kemerdekaan Catalunya, yang dianggap ilegal, Oktober 2017. Meski partai separatis telah mengamankan mayoritas kursi parlemen dalam pemilihan regional, Kamis (21/12/2017), belum jelas apakah dia dan para pemimpin lainnya yang juga dalam pengasingan dapat menghadiri sidang majelis tersebut.

"Saya ingin kembali ke Catalunya sesegera mungkin. Saya ingin kembali sekarang. Ini akan menjadi kabar baik bagi Spanyol," ujarnya kepada Reuters dalam sebuah wawancara, Sabtu (23/12/2017).

Puigdemont berharap bisa kembali tepat waktu untuk sesi pembukaan sidang parlemen pada 23 Januari 2018. "Saya adalah presiden di Catalunya dan saya akan tetap menjadi presiden jika Spanyol menghormati hasil pemilu," tambahnya.

 

Puigdemont mengaku siap mendengarkan usulan dari Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy meskipun perjuangan Catalunya mencapai kemerdekaan gagal. "Jika Spanyol memiliki proposal untuk Catalunya, kita harus mendengarkan," katanya.

Rajoy sebelumnya telah mengatakan bahwa dia terbuka untuk berdialog. Tetapi, secara implisit menolak permintaan Puigdemont untuk segera bertemu.

Dia mengatakan akan berbicara dengan siapa pun pemimpin terpilih Catalunya, hanya setelah mereka dipilih oleh parlemen daerah yang baru.

Dalam pemilu parlemen Catalunya, lawan Puigdemont dalam adalah Ines Arrimadas yang berasal dari Partai Anti-Kemerdekaan yang memiliki jumlah suara terbanyak. Namun, dia tidak memiliki cukup kursi dalam parlemen untuk membentuk pemerintahan sedangkan partai separatis memiliki jumlah mayoritas.

Negosiasi untuk membentuk pemerintahan di Catalunya kemungkinan akan dibuka setelah 6 Januari 2018. Parlemen harus melakukan pemilihan pada 8 Februari 2018 untuk menempatkan pemerintahan baru pada tempatnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
catalunya

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top