Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ciputra: Kita Kehilangan Tokoh Bisnis Luar Biasa

Pengusaha senior Ciputra menyebut Indonesia kehilangan tokoh bisnis luar biasa sepeninggal Sukamdani Sahid Gitosardjono.
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 21 Desember 2017  |  16:42 WIB
Ciputra: Kita Kehilangan Tokoh Bisnis Luar Biasa
Sukamdani Sahid Gitosardjono. - Bisnis/Abdullah Azzam
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA — Pengusaha senior Ciputra menyebut Indonesia kehilangan tokoh bisnis luar biasa sepeninggal Sukamdani Sahid Gitosardjono.

Menurut pendiri Ciputra Grup tersebut, Sukamdani adalah sosok besar dengan pemikiran luas. Dia pun menilai Sukamdani sebagai pebisnis sejati yang berintegritas.

"Kita kehilangan tokoh bisnis luar biasa. Dia ketua Kadin sekian kali. Luar biasa sumbangannya untuk bangsa," ujarnya, Kamis (21/12).

Ciputra menyebut, Sukamdani adalah pengusaha yang sangat mencintai dan ingin berbuat banyak untuk bangsanya. Hal itu terlihat dari cita-cita besar Sukamdani yang ingin melihat masyarakat Indonesia benar-benar merdeka dan sejahtera.

"Dia ingin melihat Indonesia betul-betul merdeka dan sejahtera. Rakyat jelata bisa terangkat . Dia ingin kesenjangan sosial itu berkurang. Dia ingin ciptakan lapangan kerja," katanya.

Ciputra mengenang, telah bekerja sama dalam urusan bisnis bersama Sukamdani selama 30 tahun lebih, termasuk membesarkan grup media Bisnis Indonesia.

Menurutnya, dalam bisnis media, Sukamdani selalu menginginkan Bisnis Indonesia sebagai media yang memberikan usul membangun bagi dunia usaha.

Ciputra pun menyebut, salah satu prestasi Sukamdani adalah membangun relasi yang baik antara Indonesia dengan China sejak masa Orde Baru. Padahal, pada masa itu restu pemerintah sangat sulit dalam membina hubungan baik dengan Tiongkok karena perbedaan prinsip.

"Dia pelopor hubungan Indonesia dan RRC. Waktu itu kontroversial. Tapi dia dari Tiongkok pulang dan bilang ke Pak Harto [Soeharto] minta izin bina hubungan kerja. Dia melihat RRC punya potensi jadi negara besar dan kita juga negara besar butuh bina hubungan. Waktu itu RRC tidak satu filosofi dengan kita." 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra sukamdani sukamdani s. gitosardjono
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top