Kendalikan Inflasi Pemprov Jateng Gelar Operasi Pasar

Jateng melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan operasi pasar dan gerakan stabilitasi pangan guna menekan inflasi yang mencapai 0,29% di 35 Kabupaten/Kota.
Alif Nazzala Rizqi | 13 Desember 2017 18:00 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memberangkatkan tim Operasi pasar - Bisnis.com

Kabar24.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) lakukan operasi pasar dan gerakan stabilitasi pangan guna menekan inflasi yang mencapai 0,29% di 35 Kabupaten/Kota.

Inflasi di Jawa Tengah mengalami kenaikan 0,20% dipicu oleh kenaikan beberapa bahan pokok satu diantaranya bawang merah.

Gerakan Stabilisasi Pangan mengantisipasi sekaligus satu upaya meredam naiknya harga beras menjelang Natal dan tahun baru.Dalam GSP, TPID bekerjasama dengan bulog Divisi Regional Jawa Tengah dan Bank Indonesia.

"Kami selenggarakan operasi pasar di enam divisi regional di Jawa Tengah yakni Semarang, Pati, Pekalongan, Banyumas, Surakarta, Magelang. Kegiatan ini senagai upaya kami menstabilkan beberapai harga komoditas yang mulai merangkak naik ," ujar Sri Puryono ketua TPID Jawa Tengah pada (13/12/2017).

Ia menambahkan harga yang ditawarkan pada GSP selama sebulan penuh memiliki harga yang berbeda-beda namun harga akan lebih murah dibandingkan harga di pasar.

"Harga komoditas di Kota Semarang yakni beras jenis OP (medium) Rp8100 perkilogram, Beras C4 Poles dibandrol dengan harga Rp10.800 perkilogram, untuk jenis mentik Rp11.000/kilogram minyak goreng Rp12.000 perkilogram, Gula Maniskita di bandrol dengan harga Rp12.000 perkilogram dan daging beku dibandrol dengan harga Rp75.000 perkilogram" tambahnya.

Kepala Bulog Divre Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari menegaskan jika komoditas di bulog masih aman hingga Februari 2018.

"Kami telah siapkan 130.000 ton beras, 43 ton gula pasir dan 230 liter minyak goreng, persediaan tersebut akan mampu memenuhi kebutuhan pada waktu Natal dan tahun baru.Sementara itu, untuk daging beku Bulog memiliki persediaan daging beku mencapai 7 ton ini dirasa cukup hingga bulan februari 2018," tegasnya.

Operasi pasar yang diadakan saat ini tentunya sangat membantu, dalam pengendalian harga tentunya sangat membantu masyarakat sebab biasanya kebutuhan pokok melonjak naik mendekati natal dan tahun baru.

Gubernur Provinsi Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, tim gabungan dari Sekda,Bank Indonesia serta Bulog untuk menjaga inflasi di Jateng untuk menghadapi libur panjang akhir tahun.

Akibat bencana yang melanda Jateng akhir-akhir ini membuat harga bahan pokok tidak terkendali, sebab banyak dari petani yang mengalami gagal panen yang disebabkan banjir dan angin puting beliung.

"Beberapa waktu lalu Jateng sedang dihadapkan darurat harga pangan, sebab sejumlah wilayah diterjang badai Dahlia dan Cempaka, yang sempat membuat daerah Jateng mengalami musibah banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi," imbuhnya.

Sejumlah komoditi yang menyebabkan inflasi terus dipantau terutama, cabe merah yang lumayan tinggi dan anjloknya harga bawang merah dipasaran. Sementara untuk stok bahan pokok mencukupi hingga Februari 2018.

Pihaknya menambahkan, untuk bantuan kemanusiaan seperti bencana alam di Klaten dan Wonogiri sudah mencukupi. Dia menjelaskan Pemda setempat untuk jangan ragu meminta bantuan ke Pemprov jika ada kekurangan bahan pangan.

Tag : inflasi jateng
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top