Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Wapres JK : Indonesia di Belakang Palestina

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan Indonesia berada di belakang Palestina terkait klaim Amerika Serikat perihal Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Irene Agustine | 07 Desember 2017 13:15 WIB
Kompleks Al Aqsa atau Haram Al Sharif, yang meliputi Masjid al-Aqsa dan Dome of the Rock atau Masjid Kubah Batu dengan kubah emasnya, di Yerusalem Timur terlihat dari Bukit Zaitun. - Antara

Kabar24.com, TANGERANG -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan Indonesia berada di belakang Palestina terkait klaim Amerika Serikat perihal Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dia menilai pernyataan Presiden AS Donald Trump tersebut melanggar resolusi PBB bahwa klaim atas Yerusalem harus dibicarakan antara Palestina dan Israel.

"Di belakang Palestina tentu dan juga ini melanggar keputusan PBB yang menyatakan bahwa Yerusalem harus dibicarakan antara Palestina dan Israel tidak bisa sepihak. AS menyarankannya sepihak," kata JK, usai membuka Bali Democracy Forum, di Tangerang, Kamis (7/12/2017).

Wapres mengatakan bahwa pemerintah akan mengkonsolidasikan kelanjutan klaim sepihak AS tersebut melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa atau pun dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

"Tentu upaya bersama dan apakah itu lewat OKI atau lewat PBB, tapi stand point-nya Indonesia, sejak diumumkan itu, sebelumnya berada di pihak Palestina," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Rabu, 6 Desember 2017, pukul 13.00 waktu setempat.

Rencananya, pria asal Partai Republik itu akan segera memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Di tempat yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tampak mengenakan syal bercorak negara Palestina.

Retno mengatakan dirinya sengaja memakai syal tersebut sebagai bentuk dukungannya kepada Palestina.

"Saya berdiri di sini mengenakan syal Palestina untuk menunjukkan komitmen Indonesia bahwa kami mendukung Palestina dan hak-hak masyarakat Palestina," jelasnya.

Dia juga menegaskan bahwa Indonesia mengutuk keras keputusan Trump tersebut.

"Indonesia mengutuk pengakuan ini. Sebagai negara demokrasi, Amerika Serikat seharusnya tahu apa arti kata demokrasi," ujarnya.

Tag : Donald Trump, Yerusalem
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top