Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gerindra Tak Setuju Kehadiran Densus Tipikor, Dianggap Duplikasi KPK

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pihaknya menolak kehadiran Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor)
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 22 Oktober 2017  |  18:51 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto - ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Kabar24.com, JAKARTA—Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pihaknya menolak kehadiran Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor).  

Menurutnya, kehadiran Densus menduplikasi kinerja KPK. Sehingga kelak dalam tugasnya akan ada satu lembaga penegak hukum pemberantasan korupsi yang ‘dikalahkan’.

“Memang tupoksi polisi salah satunya adalah pemberantasan korupsi tapi dalam Undang-undang KPK disebutkan KPK itu melakukan penindakan korupsi.  Kewenangan ini sudah diambil KPK. Ini harus diperkuat jangan ada lembaga lain yang kemudian melakukan duplikasi terhadap kerja ini jadi kesannya tumpang tindih,” katanya, Minggu (22/10).

Menurut dua, sebaiknya kepolisian meninjau ulang rencana tersebut.  Dia menilai wajar ketika ada asumsi umum yang menyatakan kehadiran Densus akan melemahkan KPK.

Dia pun menyebut, masalah dana antara KPK dan Densus terlihat tak adil. KPK yang sudah bekerja 15 tahun pada tahun anggaran 2018 hanya mendapatkan jatah Rp800 miliar sedangkan kepolisian meminta Rp2,6 triliun untuk melahirkan Densus Tipikor.

Menurutnya, dia akan meyakinkan fraksinya di DPR RI untuk menolak kehadiran Densus Tipikor. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmon J Mahesa mendukung kehadiran Densus tersebut.

“Ini pandangan saya sebagai ketua fraksi akan disampaikan,” ujar Muzani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gerindra pemberantasan korupsi
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top