Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Kebakaran Lahan, Program Desa Bebas Api Diperluas di Jambi

Program DBA di Jambi tahun ini melibatkan 7 desa, yakni Desa Lubuk Lawas dan Desa Lubuk Bernai (yang sudah lebih dulu berpartisipasi sejak tahun 2016), Desa Tuo Sumay, Desa Suo Suo, Desa Semambu, Desa Teriti, dan Desa Muara Sekalo.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Oktober 2017  |  16:11 WIB
Cegah Kebakaran Lahan, Program Desa Bebas Api Diperluas di Jambi
Program desa bebas api.

Kabar24.com, JAKARTA - Tujuh desa di Jambi menyatakan bergabung dalam program Desa Bebas Api (DBA) yang digagas Asian Agri.

Program DBA di Jambi tahun ini melibatkan 7 desa, yakni Desa Lubuk Lawas dan Desa Lubuk Bernai (yang sudah lebih dulu berpartisipasi sejak tahun 2016), Desa Tuo Sumay, Desa Suo Suo, Desa Semambu, Desa Teriti, dan Desa Muara Sekalo.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Agus Rizal mengatakan bersama dengan jajaran pemerintah desa, kabupaten dan provinsi menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman kerja sama antara desa, pemerintah dan perusahaan dalam hal pencegahan kebakaran.

“Optimalisasi penanggulangan kebakaran haruslah senantiasa berkesinambungan karena kebakaran dapat berdampak buruk kepada kesehatan masyarakat, dan mempengaruhi perkembangan perekonomian," ujar Agus Rizal saat menyampaikan arahan kepada para wakil Masyarakat Peduli Api dan crew leader Desa Bebas Api dari 7 desa yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tebo, Selasa (3/10/2017).

Agus berpesan agar upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan harus senantiasa dilakukan, sehingga bencana dan kerusakaan dapat dihindari dan dikendalikan

"Kami sangat bangga dan mendukung sepenuhnya inisiatif yang diambil oleh desa-desa untuk bergabung dalam program Desa Bebas Api binaan Asian Agri. Usaha ini tentunya akan memberikan dampak positif baik dalam lingkup desa hingga nasional dalam hal menekan timbulnya titik api di Indonesia. Kami berterima kasih kepada Asian Agri karena telah bersinergi , berinteraksi dan bekerja keras dalam mencegah kebakaran di Provinsi Jambi,” ujar Agus.

Program Desa Bebas Api dilaksanakan Asian Agri sejak 2016 mampu menekan terjadinya karlahut. Pada 2017 ini ada 7 desa yang bergabung menjadi desa binaan Asian Agri di Jambi.

"Pemerintah Provinsi Jambi, mengucapkan apreasiasi kepada Asian Agri Group yang telah turut bersinergi dengan pemerintah mencegah terjadinya karlahut. Mengingat program ini mempunyai manfaat yang besar, dan diharapkan saya perusahaan lain bisa melakukan hal yang sama di wilayah desa-desa lain sekitar perusahaan, sebab pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab kita semua, dan masyarakat desa berperan menjaga lingkungan desanya agar terhindar dari kebakaran.” tegas Agus.

Diinformasikan bahwa Program Desa Bebas Api binaan Asian Agri dimulai pada 2016, diawali dengan bermitra bersama tujuh desa di Riau dan dua di Jambi. Program ini menunjukkan perkembangan positif terhadap berkurangnya titik api secara signifikan.

Tercatat pada 2016, dari 306.664 hektare lahan desa mitra Asian Agri, hanya 7,98 hektare lahan yang terbakar. Terjadi penurunan signifikan dari tahun sebelumnya yang mencapai 13,75 hektare lahan terbakar. Tahun ini, jumlah kemitraan DBA Asian Agri bertambah menjadi 16 desa yaitu sembilan desa di Riau dan tujuh di Jambi.

Sahrul Hasibuan, Regional Head Asian Agri Jambi menegaskan, pihaknya selalu siap memfasilitasi serta membina desa-desa yang ingin bergabung dalam program Desa Bebas Api.

Sahrul menjelaskan kegiatan itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kebakaran lahan adalah masalah nasional harus dicegah bersama.

“Program DBA juga memberikan pengetahuan teknis dan kesempatan bagi desa menggali potensi ekonomi, sehingga insentif yang diberikan kepada desa yang berhasil mencegah kebakaran dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat desa.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asian agri
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top