Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Pernyatan Jokowi Soal Sikap Indonesia Terhadap Palestina

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sikap Indonesia kepada dunia akan keras jika sudah terkait dengan masalah Palestina.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Agustus 2017  |  05:13 WIB
Ini Pernyatan Jokowi Soal Sikap Indonesia Terhadap Palestina
Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebelum berlangsungnya KTT Luar Biasa ke-5 OKI di JCC, Jakarta, Senin (7/3). KTT tersebut fokus untuk membahas kemerdekaan Palestina dengan Al-Quds Al-Sharif sebagai ibu kotanya - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JEMBER -  Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sikap Indonesia kepada dunia akan keras jika sudah terkait dengan masalah Palestina.

"Kalau Palestina tertekan, statement kita keras, karena itu kenyataan di sana berdasar dari Dubes kita di Palestina. Itu adalah pelanggaran berat HAM ya kita sampaikan kepada dunia," kata Jokowi.

Jokowi menyatakan hal itu dalam pertemuan dengan pimpinan Pondok Pesantren Assunniyyah dan para santri di Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, Sabtu (12/8/2017) malam.

Jokowi menyebutkan Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

"Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, ini adalah kekuatan dan potensi yang kita miliki," kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu Jokowi kembali mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar dengan 250 juta penduduk, 714 suku, 1000 lebih bahasa lokal dan 17.000 pulau.

"Ini harus dijaga agar ke depan bangsa ini semakin maju, sejahtera dan rakyat bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenteram dan makmur.

Ia juga menceritakan peringatan dari Presiden Afganistan bahwa dengan 714 suku yang beda agama, 1.100 bahasa lokal hidup di 17.000 pulau, jika gesekan kecil tidak segera diselesaikan maka berpotensi menjadi besar. Konflik di Afghanistan bermula dari dua kelompok yang kemudian menjadi besar karena melibatkan pihak asing. Saat itu di negara itu hanya ada tujuh kelompok.

Ia menyebutkan saat ini di Afganistan ada 40 kelompok dan potensi perselisihan masih besar. "Saya ingin ingatkan kepada kita, beruntung kita punya Pancasila yang menjadikan kita rukun antar daerah, agama, ada ukhuwah islamia, watonaih dan basariah juga baik dan kita bisa membangun agar menjadi negara yang semakin baik dan maju," katanya.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Assunniyyah Ahmad Sadid sebelumnya menyampaikan terima kasih atas sikap tegas pemerintah terhadap masalah di Palestina dalam pertemuan di Filipina.

"Kami haturkan ribuan terima kasih di mana Indonesia bersikap tegas dalam konferensi di Filipina terkait yang dilakukan zionis Israel di Aqsa adalah membanggakan karena Indonesia berani menyuarakan suara ummat Islam," katanya.

Ia juga yakin Presiden Jokowi akan bertindak tegas dalam pelanggaran aturan dan norma seperti minuman keras, narkoba dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina

Sumber : Antara

Editor : Martin Sihombing
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top