Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

RUU Pemilu 2019: Pemerintah Intensif Dekati Fraksi

Pemerintah masih melakukan komunikasi dengan beberapa fraksi di DPR terkait dengan pembahasan Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum, terutama yang menyangkut sejumlah isu penting.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 19 Juni 2017  |  18:43 WIB
RUU Pemilu 2019: Pemerintah Intensif Dekati Fraksi
Menkumham Yasonna Laoly (kiri) bersama Wamenkeu Mardiasmo mengkuti rapat kerja dengan komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/5). - Antara/Wahyu Putro A
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA — Pemerintah masih melakukan komunikasi dengan beberapa fraksi di DPR terkait dengan pembahasan Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum, terutama yang menyangkut sejumlah isu penting.

Isu penting dalam RUU Penyelenggaraan Pemilu terutama yang menyangkut ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku telah menjalin komunikasi dengan beberapa fraksi. Selain itu juga sudah ada beberapa kesepakatan dengan beberapa fraksi.

"Paling tidak yang fraksi pendukung pemerintah. Kita juga berharap ada kesamaan pandangan dengan fraksi lainnya," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (19/6/2017).

Kendati ada fraksi yang menginginkan ambang batas pencalonan presiden sebesar 0% ataupun 10%,  pemerintah bergeming pada ambang batas sebesar 20% suara kursi DPR. Terlebih, Indonesia sudah menjalankan dua kali pemilu.

Dia menambahkan tujuan sikap pemerintah dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum tersebut adalah untuk penguatan konsolidasi demokrasi.

Menurutnya, perlu adanya penguatan sistem presidensil seperti penyederhanaan partai politik, sistem parlemen, hingga sistem rekrutment politik di DPR.

"Kita berharap melalui pemilu demi pemilu itu ada perbaikan, tidak mundur," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu parpol yasonna laoly
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top