Trump Ungkapkan Jumlah Utang ke Sejumlah Pihak, Ini Rinciannya

Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa dirinya memiliki utang senilai US$315,6 juta kepada sejumlah pihak di Jerman dan AS hingga pertengahan 2017.
Yustinus Andri DP | 18 Juni 2017 17:10 WIB
Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON—Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa dirinya memiliki utang senilai US$315,6 juta kepada sejumlah pihak di Jerman dan AS hingga pertengahan 2017.

Fakta itu terungkap setelah Trump melaporkan data keuangan terbarunya melalui formulir pengungkapan keuangan federal. Laporan tersebut dirilis pada Jumat (16/6/2017) waktu setempat oleh U.S. Office of Government Ethics.

"Presiden Trump menyambut baik kesempatan untuk secara sukarela mengajukan formulir pengungkapan keuangan pribadinya. Laporan itu telah diketahui oleh U.S. Office of Government Ethics dan telah dilakukan sesuai prosedur," ujar Gedung Putih dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (18/6/2017).

Rincian tersebut tampak dari laporan keuangan Trump setebal 98 halaman, di mana dia memiliki pendapatan senilai US$594 miliar dan aset senilai US$1,4 miliar sepanjang 2016 hingga awal 2017. Selain itu dokumen tersebut memuat informasi bahwa Trump berhutang ke Deutsche Bank Trust Company Americas, yang merupakan anak usaha Deutsche Bank AG, senilai US$130 juta.

Salah satu pinjaman yang didapat dari Deutsche adalah untuk merenovasi Old Post Office, sebuah properti bersejarah di Washington, yang dimanfaatkannya untuk membuat sebuah hotel. Nilai utang itu mencapai US$50 juta.

Selain itu Trump melaporkan utangnya senilai US$110 juta kepada Ladder Capital Corp. Perusahaan tersebut yang merupakan perusahaan pemberi pinjaman real estat komersial yang memiliki kantor di New York, Los Angeles dan Boca Raton, Florida.

Trump juga mengaku mendapatkan penghasilan baru dari hotel barunya di Washington yang berdekatan dengan Gedung Putih senilai US$20 juta. Pendapatan terbesar datang dari Trump National Doral Golf Club di Miami, Florida yang mencapai US$115,9 juta. Meskipun demikian, pendapatan dari bisnisnya di Miami itu turun dari tahun lalu yang mencapai US$132 juta.

Selain itu, pendapatan Trump meningkat dari resortnya di Mar-a-Lago. Resort  yang dikenal sebagai ‘Winter White House’ tersebut pendapatannya meningkat 25% menjadi US$37,25 juta dari tahun lalu.

Presiden dari Partai Republik itu juga memperoleh keuntungan senilai US$ 11 juta dari penjualan lisensi kontes Miss Universe pada 2015.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Trump memegang posisi krusial di 565 perusahaan atau entitas lainnya sebelum menjadi presiden AS. Namun jabatannya di sebagian besar perusahaan itu telah dilepas atau berakhir pada 19 Januari, sehari sebelum peresmiannya sebagai Presiden AS.

Juru bicara U.S. Office of Government Ethics menolak untuk mengomentari isi laporan tersebut. Lembaga itu hanya memberikan keterangan resmi bahwa mereka telah melegalisir laporan keuangan tersebut selaku pengawas etika untuk pegawai pemerintah federal.

Namun demikian, Trump hingga saat ini tetap menolak untuk merilis laporan pajaknya ke publik. Hal itupun menambah kecurigaan publik akan kecurangannya selama ini. Pasalnya, laporan pajak akan memberikan informasi lebih rinci mengenai kekayaan bersih dan kepentingan bisnisnya.

Sebelumnya, Trump telah melaorkan kekayaan bersihnya mencapai US$10 miliar pada Mei 2016, atau sebelum kampanye. Namun, sejumlah kritikus menganggap nilai kekayaannya tersebut sengaja dilebih-lebihkan guna mendapat kepercayaan publik, dia tidak akan menggunakan kekuasaanya untuk memperkaya bisnisnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top