REKLAMASI LOSARI MAKASSAR: Mobilisasi Peralatan Nyaris Rampung

Mobilisasi peralatan maupun kapal untuk keperluan pengerjaan fisik megaproyek reklamasi Losari Makassar dalam kerangka Center Point of Indonesia atau CPI segera memasuki tahapan perampungan.
Amri Nur Rahmat | 18 Mei 2017 16:39 WIB
Warga menikmati suasana terbenamnya matahari (sunset) di Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (22/6/2015) - Antara/Yusran Uccang

Bisnis.com, MAKASSAR - Mobilisasi peralatan maupun kapal untuk keperluan pengerjaan fisik megaproyek reklamasi Losari Makassar dalam kerangka Center Point of Indonesia atau CPI segera memasuki tahapan perampungan.

Sejauh ini, kapal pendukung jenis pontoon sprayer yang nantinya bakal menyemburkan pasir hasil pengerukan ke lokasi reklamasi yang telah ditentukan dalam perencanaan desain CPI, telah berlabuh di perairan Losari Makassar.

Adapun pengerjaan fisik reklamasi CPI dilakukan oleh Boskalis International, kontraktor rekanan Ciputra Group selaku pengembang dan pemegang konsesi lahan reklamasi di pesisir selatan Makassar tersebut.

Business Development Manager Ciputra Group Cipta Ciputra Harun mengatakan setelah mobilisasi dan instalasi peralatan pendukung diselesaikan, langsung dilanjutkan tahapan konstruksi fisik reklamasi dengan luasan areal mencapai 95 hektare.

Dia menjelaskan, instalasi pipa untuk menyalurkan material pasir reklamasi tengah berjalan dan jika telah selesai maka dilanjutkan dengan mobilisasi kapal keruk jenis Trailing Suction Hopper Dredger (THSD) Fairway dengan kapasitas mencapai 35.500 m3.

"Untuk THSD Fairway itu sendiri, dijadwalkan berlabuh di Makassar pada 8 Juni mendatang, posisinya sekarang sedang tambat di Singapura. Setelah itu tiba [di Makassar], kegiatan reklamasi tahap pertama efektif dimulai," paparnya kepada Bisnis, Kamis (18/5/2017).

Cipta menguraikan, kapal THSD Fairway tersebut direncanakan berlabuh sekitar 3 kilometer dari pesisir pantai Losari atau lokasi CPI lantaran ukuran kapal yang sangat besar. Dalam operasional nanti, THSD maupun pontoon sprayer didukung oleh sederet peralatan sinker pipe, floating pipe, crane, excavator serta tenaga kerja dari pihak Boskalis International.

Selain itu, lanjutnya, terdapat beberapa kapal pendukung lainnya seperti dua unit kapal untuk keperluan survei areal proyek serta sejumlah kapal beragam berukuran yang difungsikan memasok kebutuhan logistik maupun pengawasan pengerjaan fisik CPI.

Adapun pengerjaan fisik reklamasi CPI dengan total luasan mencapai 157,23 hektare dilakukan melalui dua tahapan utama, yakni tahap pertama seluas 95 hektare dengan investasi sebesar Rp3,5 triliun sedangkan sisanya dieksekusi kemudian setelah tahap awal rampung.

Di sisi lain, proyek reklamasi CPI tahap awal ini juga diklaim menggunakan teknologi anyar dari Boskalis International yang ramah lingkungan dan menekan tingkat kekeruhan air saat proses konstruksi lahan reklamasi dilakukan.

Associate Director Ciputra Group Sinyo Pelealu mengatakan jadwal pengerjaan fisik reklamasi CPI tahap pertama mengalami perubahan dari perencanaan awal 20 Mei 2017.

"Ada beberapa prosedur yg masih perlu dilakukan, antara lain mengumumkan rencana pekerjaan reklamasi ke Maklumat Pelayaran [Mapel] dan Berita Pelayaran Indonesia atau BPI," urainya.

Kendati demikian, perubahan jadwal tersebut diyakini tidak mempengaruhi estimasi penyelesaian reklamasi tahap pertama pada April 2018 mendatang sekaligus penyerahan 50 hektare lahan hasil reklamasi Pemprov Sulsel sesuai dengan kesepakatan awal dari mega proyek tersebut.

Selain itu, lanjut dia, secara simultan juga membangun pantai pasir putih di kawasan CPI yang nantinya diperuntukkan bagi publik sebagai destinasi baru sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab perseroan dalam proyek CPI berorientasi untuk kepentingan publik.

Tag : losari
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top