Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anjing Laut di Arktik di Ambang Kepunahan

Anjing laut Atlantik dan karibu timur menghadapi risiko kepunahan di Arktik Kanada menurut sebuah panel ahli.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 03 Mei 2017  |  12:53 WIB
Kawanan anjing laut Atlantik di Foxe Basin, Nunavut, Kanada - wikimedia commons
Kawanan anjing laut Atlantik di Foxe Basin, Nunavut, Kanada - wikimedia commons

Kabar24.com, JAKARTA - Anjing laut Atlantik dan karibu timur menghadapi risiko kepunahan di Arktik Kanada menurut sebuah panel ahli.

Komite Status Satwa Liar Terancam Punah di Kanada (Committee on the Status of Endangered Wildlife in Canada/COSEWIC), yang bertemu di Whitehorse, Senin (/5/2017), mengatakan bahwa ada 62 spesies satwa liar Kanada utara yang saat ini berisiko punah.

"Selama beberapa dekade terakhir, area yang dihuni beberapa ribu anjing laut Arktik Tinggi dan lebih banyak populasi Arktik Rendah dan Sentral menyusut dan terus berkurang. Saat iklim menghangat dan laut es susut, interaksi dengan industri dan pariwisata meningkat," demikian laporan para pakar itu.

"Ancaman-ancaman ini, yang berlapis saat panen, membuat komite merekomendasikan status Kekhawatiran Khusus untuk kedua populasi."

Anjing laut sangat unik dan sensitif terhadap perubahan lingkungan menurut para ahli.

"Anjing laut sangat penting bagi Inuit, baik sebagai makanan maupun sebagai bagian dari budaya, dan tetap demikian sampai sekarang," kata anggota COSEWIC, Hal Whitehead.

"Anjing laut terutama peka terhadap gangguan, dan tentunya patut mendapat perhatian khusus," katanya.

Komite juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai karibu timur. Sebuah kawanan terkenal, yang dinamai seperti Sungai George, di Quebec dan Labrador meliputi lebih dari 800.000 karibu timur pada 1993.

"Jumlahnya merosot ke level terendah menjadi hanya beberapa ribu satwa. Kawanan besar kedua juga mengalami penurunan serius" menurut para pakar.

Graham Forbes, salah satu pemimpin SubKomite Mamalia Daratan COSEWIC, mengungkapkan perhatian mengenai kepekaan karibu pada kegiatan manusia, yang menurut dia diperparah oleh perubahan iklim cepat di utara.

"Semak-semak makin menutupi lansekap yang pernah didominasi oleh lumut, sumber pangan utama karibu pada musim dingin, dan pemanenan berlebihan berlanjut. Kami khawatir faktor-faktor ini bisa membuat pemulihan kawanan makin sulit," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kutub utara
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top