Pelabuhan Benoa Sudah Disambangi 28 Kapal Pesiar

Pelindo III Cabang Benoa mencatat jumlah kapal pesiar yang bersandar di dermaga ini pada periode Januari-April sudah sebanyak 28 kapal pesiar dari rencana 71 call.
Feri Kristianto | 19 April 2017 17:40 WIB
Kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar. - Ilustrasi/Pelindo III Cabang Benoa

Kabar24.com, DENPASAR--‎Pelindo III Cabang Benoa mencatat jumlah kapal pesiar yang bersandar di dermaga ini pada periode Januari-April sudah sebanyak 28 kapal pesiar dari rencana 71 call.

Total penumpang yang diangkut oleh 28 kapal pesiar tersebut sekitar 29.000 orang wisatawan mancanegara. Berdasarkan data Pelindo III Cabang Benoa, kapal pesiar yang bersandar sebagian besar berbendera Bahama, dan Inggris dan ditangani oleh agen kapal Ben Line Agencies.

Adapun kapal pesiar terbesar yang bersandar di Benoa adalah Diamond Princess berbendera Inggris dengan panjang mencapai 290 meter dan mengangkut sebanyak 2.600 orang wisman.

GM Pelindo III Cabang Benoa Ardy Wahyu Basuki‎ menyatakan optimismenya 71 call kapal pesiar akan seluruhnya bersandar di pelabuhan terbesar di Bali ini. Optimisme itu ditopang dengan upaya Pelindo III membenahi infrastruktur dermaga Benoa.

"Kami yakin jika tidak ada perubahan semuanya akan bersandar. Kami juga berusaha memberikan layanan terbaik," jelasnya, Rabu (19/4/2017).

‎Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mencanangkan Pelabuhan Benoa, kedepannya akan menjadi pusat pelabuhan dari kapal pesiar dunia. Untuk mencapai hal tersebut, Pulau Dewata diminta memebenahi masalah infrastruktur pendukung sehingga bisa merealisasikan.

"Keunikan dan keindahan alam Bali merupakan daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Terlebih saat ini bepergian dengan kapal pesiar sedang berkembang dengan sangat pesat," paparnya saat menyambut kapal pesiar Pacific Eden di Pelabuhan Benoa.

Dia menilai upaya untuk menjadikan Bali sebagai pusat pelabuhan kapal pesiar masih menyisakan beberapa permasalahan yang harus segera diselesaikan, seperti mahalnya biaya berlabuh di Pelabuhan Benoa, mahalnya harga bahan bakar.

Selain itu, ketersediaan air bersih serta permasalahan sampah yang sudah menjadi masalah serius mengingat sampah tidak hanya merusak lingkungan namun sudah mengancam kesehatan.

Dia mengajak semua pihak untuk bekerja bersama-sama, bahu-membahu dalam menghadapi permasalahan tersebut, terlebih tahun mendatang Bali telah dipercaya dunia sebagai tempat penyelenggaraan International Monetary Found - World dan World Bank Annual Meeting 2018.

"Sudah saatnya kita satukan barisan, bahu-membahu, bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan semua permasalahan. Kabupaten dan kota serta semua pihak bersinergi untuk jadikan Bali pusatnya pelabuhan kapal pesiar sehingga akan memberi nilai lebih bagi pariwisata Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya," jelasnya.

Presiden Carnival Pasific Eden Mike Drake mengatakan tingkat wisatawan yang berwisata dengan menggunakan kapal pesiar dari tahun ke tahun terus meningkat. Bali sebagai salah satu tujuan pariwisata dunia miliki peluang yang sangat tinggi sebagai daerah tujuan dari perjalanan wisata pesiar tersebut.

Untuk itu pihaknya berharap Bali akan terus dapat berbenah diri dengan melakukan perbaikan infrastruktur khususnya pelabuhan Benoa serta mengatasi permasalahan yang ada. Dengan demikian kedepannya Bali akan memiliki nilai tambah dan kapal pesiar dunia akan semakin banyak berlabuh di Bali.

Tag : pelindo iii, pelabuhan benoa bali
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top