BOJ Klaim Tak Ada Alasan Tarik Stimulus Moneter

Bank of Japan mengklaim pihaknya tidak akan menarik stimulus besar-besaran saat ini lantaran inflasi masih jauh dari target 2%.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 24 Maret 2017 18:04 WIB
Bank of Japan - REUTERS

Bisnis.com, TOKYO — Bank of Japan mengklaim pihaknya tidak akan menarik stimulus besar-besaran saat ini lantaran inflasi masih jauh dari target 2%.

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda bahkan menepis kekhawatiran pasar keuangan bahwa di beberapa titik di masa depan BOJ akan kehilangan kemampuannya untuk mengendalikan suku bunga jangka panjang di bawah kerangka yield-kurva-kontrol.

“Sementara beberapa perbaikan telah diamati dalam perkembangan ekonomi dan harga, masih ada cara panjang untuk mencapai target harga kami,” kata Kuroda.

Dirinya pun lantas menambahkan bahwasannya BOJ tidak akan meningkatkan target yield obligasi hanya karena meningkatnya suku bunga jangka panjang di luar negeri.

BOJ mempertahankan target suku bunga jangka pendek minus 0,1 dan janji untuk memandu 10 tahun yield obligasi pemerintah JP10YT = RR di sekitar 0% setelah pertemuan kebijakan pada 16 Maret kemarin.

Selain itu, BOJ juga mempertahankan laju peningkatan tahunan di obligasi pemerintah Jepang (JGB) kepemilikan, yakni senilai 80 triliun yen atau setara dengan US $718.78 miliar.

Sepperti yang diketahui, nasib perekonomian Jepang yang sudah lama stagnan ini telah menunjukkan tanda-tanda kehidupan dalam beberapa bulan terakhir.

Hal ini ditunjukkan dengan ekspor dan output pabrik di Jepang yang perlahan bisa memenuhi permintaan global.

Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun pada Januari kemarin, harga konsumen inti naik dan analis mengharapkan mereka untuk terus membeli meski perlahan tapi pasti.

Tentu, hal tersebut akan menjadi penyebab pergeseran dramatis dalam ekspektasi pasar.

Sejumlah analis pun memprediksi langkah selanjutnya BOJ akan menambah kebijakannya yang mudah, mungkin dimulai dengan menaikkan target yield obligasi.

Sementara itu, kendati permintaan domestik Jepang tetap lamban, namun pengeluaran rumah tangga turun 1,2 persen pada Januari dari tahun sebelumnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boj

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top