Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inggris & Prancis Selidiki Korupsi Airbus

Otoritas Prancis bekerjasama dengan Inggris menyelidiki korupsi Airbus Group SE.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 17 Maret 2017  |  11:36 WIB
Inggris & Prancis Selidiki Korupsi Airbus
Pesawat Airbus A400 - Reuters/Christian Hartmann
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Otoritas Prancis bekerjasama dengan Inggris menyelidiki korupsi Airbus Group SE.

Kasus ini dipicu tuduhan praktik kecurangan terkait penjualan pesawat dan pengaturan pembiayaan pesawat.

Pihak Airbus menyatakan, penyelidikan oleh Parquet National Financier mengikuti langkah-langkah dari Serious Fraud Office Inggris pada Agustus untuk melihat lebih dalam kemungkinan adanya penyuapan dan korupsi dalam bisnis penerbangan sipil Airbus terkait dengan konsultan pihak ketiga.

Nantinya, kedua pihak berwenang akan berkoordinasi satu sama lain. Airbus mengharapkan penangguhan pembiayaan dipulihkan.

Investigasi yang bisa berlangsung beratahun-tahun menambah tantangan perusahaan yang berbasis di Tolouse Prancis itu untuk memperluas usahanya di luar negeri.

Hasil investigasi yang buruk juga bisa merusak reputasi dan menyebabkan denda yang signifikan. Pada tahun lalu, penyelidikan internal menemukan salah urus dan kelalaian Airbus dengan regulator Inggris dan Agensi Kredit Ekspor Eropa yang melibatkan kontraktor luar dalam beberapa pembiayaan ekspor.

Lembaga kredit termasuk U.K. Export Finance menangguhkan beberapa pembiayaan untuk membantu penjual pesawat komersial.

Kegagalan Airbus mengungkapkan penggunaan pihak ketiga adalah salah satu faktor penyelidikan Inggris ini. Lembaga kredit Inggris memberi pembiayaan untuk penjualan perusahaan luar negeri.

Airbus mengembangkan sayapnya di Inggris dan merakit pesawat di negara lain termasuk Prancis dan Jerman. Kendati demikian, Airbus rupanya bukan satu-satunya perusahaan yang tersandung kasus saat mencoba berekspansi di Timur Tengah, Asia, dan daerah yang tumbuh cepat lainnya.

Perusahaan sering menggunakan perantara dengan koneksi lokal untuk membantu mereka di pasar baru. Seperti diketahui, butuh waktu tahunan bagi perusahaan untuk mendirikan kantor lokal. Praktik tersebut tidak ilegal, tetapi dapat mempersulit pengawasan.

Produsen mesin jet Rolls-Royce Holdings Plc sedang diselidiki selama bertahun-tahun setelah mengakui kemungkinan korupsi terkait penggunaan konsultan asing. Pada Januari 2017, perusahaan setuju membayar 800 juta dolar AS untuk menyelesaikan penyelidikan dan mengaku membayar suap untuk memenangkan kontrak di negara-negara seperti Thailand, Angola, dan Irak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airbus
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top