Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Minta Akses Bantuan ke Rakhine State Dibuka

Pemerintah Indonesia meminta akses bantuan kemanusiaan ke Rakhine State dibuka luas untuk negara Asean yang ingin membantu premulihan dan stabilisasi keadaan di wilayah tersebut.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 19 Desember 2016  |  21:55 WIB
Indonesia Minta Akses Bantuan ke Rakhine State Dibuka
Retno Marsudi - Reuters/Iqro Rinaldi
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia meminta akses bantuan kemanusiaan ke Rakhine State dibuka luas untuk negara Asean yang ingin membantu premulihan dan stabilisasi keadaan di wilayah tersebut.

Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri, mengatakan Indonesia siap mendukung pemulihan situasi di Rakhine State. Tidak hanya akan memberikan bantuan kapasitas, pemerintah juga siap melaksanakan peningkatan kapasitas di wilayah Myanmar tersebut.

“Myanmar membutuhkan bantuan peningkatan kapasitas di berbagai bidang. Indonesia siap memberikannya, termasuk peningkatan kapasitas Kepolisian, serta memfasilitasi interfaith dialogue, untuk mendukung upaya rekonsiliasi,” katanya melalui keterangan resmi, Senin (19/12/2016).

Retno juga mengusulkan untuk melakukan briefing secara reguler untuk membahas perkembangan di Rakhine State. Dengan begitu, semua pihak akan mendapat gambaran situasi yang sebenarnya di wilayah tersebut, dan Asean dapat memberikan bantuan yang tepat untuk Rakhine State.

Menurutnya, Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Asean juga sepakat pemberian bantuan kemanusiaan dan pembangunan di kawasab dapat disalurkan bersama secara inklusif.

“Kami berkumpul di Yagoon, sebagai satu keluarga Asean untuk saling membantu. Saya mendorong seluruh anggota Aseab terus mendukung dan membanyu Myanmar mengatasi situasi di Rakhine State,” ujarnya.

Daw Aung San Suu Kyi, State Counselor Myanmar, sendiri menyampaikan kompleksitas persoalan dan perkembangan terakhir di Rakhine State. Sebelum penyerangan pos keamanan pada 9 Oktober 2016, situasi di Rakhine State relatif stabil, dan berbagai kebijakan, termasuk pembentukan empat komite untuk menuntun pembangunan inklusif di wilayah itu telah diambil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rohingya Rakhine State
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top